MSRI, LOMBOK TIMUR - Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dalam membangun persatuan, menegakkan keadilan, menjaga amanah, serta menghadirkan akhlak mulia menjadi pesan utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tebaban, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Dr. Drs. H. Muh. Juaini Taufik, M.AP., menghadiri kegiatan tersebut sekitar pukul 09.30 WITA. Kehadiran Sekda sekaligus menjadi momentum untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus refleksi sosial dan kebangsaan kepada masyarakat yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Juaini Taufik mengajak masyarakat menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menentukan arah kepemimpinan di tengah masyarakat.
Menurutnya, persatuan merupakan modal penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat. Perbedaan pilihan dalam proses demokrasi, kata dia, tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi maupun merusak persaudaraan.
“Masihkah kita bisa bersatu dan terus menjalin persatuan? Perbedaan pilihan dalam pemilihan pemimpin seharusnya tidak membuat kita terpecah. Siapa pun pilihan kita, persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga.”
Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai dinamika pemerintahan desa dan perubahan ketentuan terkait masa jabatan kepala desa. Karena itu, masyarakat diharapkan memahami setiap proses demokrasi secara bijaksana serta menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang matang.
Memilih Pemimpin Berdasarkan Amanah dan Integritas
Juaini Taufik menegaskan bahwa memilih pemimpin bukan sekadar persoalan kepentingan sesaat. Masyarakat diharapkan mampu melihat rekam jejak, integritas, kemampuan, serta komitmen calon pemimpin dalam mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Mari memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani. Jadikan kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai inspirasi, yaitu kepemimpinan yang adil, bijaksana, jujur dan amanah.”
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat yang memiliki keberagaman pilihan dan pandangan. Perbedaan tersebut hendaknya menjadi bagian dari dinamika demokrasi yang sehat tanpa mengorbankan persaudaraan.
Selain diisi dengan tausiyah keagamaan, kegiatan Maulid Nabi juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah SAW.
Sekda Lombok Timur hadir mewakili Bupati Lombok Timur yang berhalangan hadir karena terdapat agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Pemuda dan Masyarakat Menjadi Kekuatan Utama
Sementara itu, H. Muh. Amin, S.H., M.A., selaku Ketua Panitia Maulid Nabi, menyampaikan bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan, kegigihan para pemuda dan pemudi, serta dukungan seluruh masyarakat Desa Tebaban.
Menurutnya, gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut. Berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan warga turut mengambil bagian dalam pelaksanaan Maulid Nabi.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Maulid Nabi ini terlaksana berkat kebersamaan dan kegigihan pemuda-pemudi serta seluruh masyarakat Desa Tebaban. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik.”
Takmir Masjid: Maulid Jangan Berhenti pada Seremonial
H. Muh. Rasidin, S.Pd., selaku Takmir Masjid, turut menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, ukhuwah Islamiyah, dan kepedulian sosial masyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Maulid bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang untuk melakukan refleksi terhadap bagaimana masyarakat menerapkan keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat persaudaraan, saling menghormati, menjaga amanah, membantu sesama, serta menghindari perpecahan menjadi bagian penting dari pesan yang diharapkan terus hidup setelah peringatan Maulid berakhir.
Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga menghadirkan Tuan Guru H. Azwar Anas Asshaulatyhari sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk tidak sekadar memperingati kelahiran Rasulullah SAW secara seremonial, tetapi juga memahami, meneladani, dan mengamalkan nilai-nilai yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Kejujuran, kesabaran, kasih sayang, keadilan, amanah, serta akhlak mulia Rasulullah SAW dinilai tetap relevan diterapkan dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah dinamika sosial masyarakat. Perbedaan pilihan politik maupun pandangan hendaknya ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi, bukan menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.
Keterangan kepada Wartawan MSRI
Usai kegiatan, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), pihak panitia menegaskan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Tebaban diharapkan tidak berhenti pada kegiatan keagamaan semata.
Maulid diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, membangun kepedulian sosial, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menghidupkan kembali semangat persatuan.
Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, khususnya kejujuran, keadilan, kebijaksanaan dan amanah, diharapkan dapat menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menentukan dan menjalankan kepemimpinan.
Dengan semangat Maulid Nabi, masyarakat Desa Tebaban diharapkan semakin kokoh menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta bersama-sama membangun kehidupan sosial yang harmonis, adil dan bermartabat.
Reporter: Makbul
MSRI — Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca
Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments