MSRI, GRESIK – Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 541/Kstaria Joko Samudro (KJS) di Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, terus dipercepat sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan di wilayah Jawa Timur. Namun, di balik pembangunan fisik tersebut, Kodam V/Brawijaya menegaskan bahwa kehadiran satuan baru TNI harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan pelibatan warga sekitar.
Komitmen tersebut disampaikan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, saat meninjau langsung progres pembangunan Yonif TP 541/KJS beserta kawasan marshaling area di Desa Wotan dan Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kamis (9/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Kohir, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadli Subur Karamaha selaku penanggung jawab pembangunan.
Berdasarkan pantauan MSRI di lokasi, aktivitas pembangunan berlangsung intensif dengan melibatkan alat berat dan puluhan pekerja yang terus melakukan percepatan pekerjaan. Sejumlah bangunan utama mulai menunjukkan progres signifikan, sementara penataan akses jalan, kawasan pendukung, serta fasilitas sementara juga terus dikerjakan guna mengejar target operasional satuan.
Pada kesempatan itu, Pangdam menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan, kesiapan lahan, serta tahapan pekerjaan yang sedang berjalan. Ia juga mencermati peta tabulasi pembangunan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan seluruh proses berlangsung sesuai target waktu, standar kualitas, dan perencanaan yang telah ditetapkan.
Mayjen TNI Rudy Saladin menegaskan, penyelesaian empat barak awal beserta rumah dinas menjadi prioritas utama agar Yonif TP 541/KJS dapat segera beroperasi sesuai jadwal. Penataan kawasan pendukung pun diminta dipercepat demi menunjang kesiapan operasional batalyon.
Menurutnya, pembangunan Yonif TP 541/KJS membutuhkan dukungan lintas sektor mengingat karakteristik tugas satuan tersebut. Karena itu, pemanfaatan lahan Perhutani harus dilakukan melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Empat barak awal dan rumah dinas harus segera diselesaikan sesuai target. Manfaatkan lahan Perhutani melalui kerja sama dengan pemerintah desa. Libatkan masyarakat sekitar dalam pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung, termasuk mendorong pertumbuhan UMKM dan perekonomian daerah," ujar Pangdam dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan melalui Pendam V/Brawijaya, Jumat (10/7/2026).
Usai menerima paparan, Pangdam bersama rombongan meninjau langsung titik-titik pembangunan Yonif TP 541/KJS. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke marshaling area di Desa Sukodono untuk memastikan kesiapan fasilitas sementara, mulai dari mess transit komandan batalyon, tenda personel, barak sementara, dapur lapangan, hingga berbagai sarana pendukung lainnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam V/Brawijaya dalam memastikan pembangunan Yonif TP 541/KJS berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai standar yang telah ditetapkan. Lebih dari itu, pembangunan batalyon baru ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kawasan melalui terbukanya peluang usaha, meningkatnya aktivitas UMKM, terciptanya lapangan pekerjaan, serta semakin eratnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Kabupaten Gresik.
Dengan demikian, kehadiran Yonif TP 541/KJS tidak hanya memperkuat postur pertahanan negara di wilayah Jawa Timur, tetapi juga menjadi simbol pembangunan yang berpihak kepada rakyat melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.
Reporter: Eka F. A
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments