Aik Dewa Cup Hari ke-8 Memanas, Dua PB Protes Keputusan Pertandingan - Panitia Tegaskan Tak Ada Ruang untuk “Pertandingan Ulang” di Luar Aturan

Aik Dewa Cup Hari ke-8 Memanas, Dua PB Protes Keputusan Pertandingan - Panitia Tegaskan Tak Ada Ruang untuk “Pertandingan Ulang” di Luar Aturan

MSRI, LOMBOK TIMUR - Memasuki hari ke-8 penyelenggaraan Aik Dewa Cup, dinamika kompetisi semakin menghangat. Persaingan tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga menguji konsistensi panitia dalam menerapkan regulasi ketika muncul keberatan dari peserta.

Pada Senin (7/9/2026), dua PB, yakni PB Pringgos dan PB Tunas Harapan, diketahui menyampaikan protes kepada panitia terkait keputusan dalam pertandingan yang mereka persoalkan. Salah satu tuntutan yang mencuat adalah permintaan agar pertandingan dilakukan ulang.

Panitia, melalui Agus Siswono, menegaskan bahwa setiap keputusan penyelenggara harus berpijak pada regulasi yang telah ditetapkan. Menurutnya, protes dari peserta tetap dihormati, namun tidak secara otomatis menjadi dasar untuk mengubah hasil atau mengulang pertandingan.

“Kami tetap berpegang pada aturan yang berlaku dan hasil keputusan dalam rapat. Keputusan panitia mutlak dalam koridor aturan yang sudah ditetapkan. Kami tidak ingin hari ini membuat keputusan, kemudian besok keputusan tersebut berubah karena adanya protes,” tegas Agus Siswono.

Panitia Diuji Konsistensinya

Bagi penyelenggara, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut satu pertandingan. Polemik ini sekaligus menjadi ujian terhadap konsistensi dan kredibilitas pelaksanaan turnamen.

Panitia menilai, apabila setiap hasil pertandingan yang dipersoalkan dapat berujung pada pertandingan ulang tanpa dasar regulasi yang jelas, kondisi tersebut berpotensi menciptakan preseden yang tidak sehat bagi kompetisi.

“Dalam pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Kalau setiap kekalahan kemudian dijadikan alasan untuk meminta pertandingan ulang, lalu di mana konsistensi aturan? Kami sebagai panitia harus berani mengambil keputusan,” ujar Agus.

Ia menegaskan, regulasi harus diberlakukan secara konsisten kepada seluruh peserta, tanpa membedakan apakah suatu keputusan menguntungkan atau merugikan pihak tertentu.

Protes Tetap Dihormati, Mekanisme Harus Dijalankan

Agus menjelaskan bahwa panitia tidak menutup ruang bagi peserta untuk menyampaikan keberatan. Namun, penyampaian protes harus mengikuti mekanisme yang telah tersedia dalam penyelenggaraan turnamen.

“Protes tetap kami dengarkan. Tetapi bukan berarti setiap protes harus berujung pada perubahan keputusan. Kami memiliki aturan yang harus dijalankan dan kami tidak mau dicap sebagai panitia yang tidak konsekuen,” katanya.

Menurut panitia, ketegasan tersebut diperlukan agar Aik Dewa Cup tetap memiliki marwah sebagai sebuah kompetisi yang menjunjung tinggi regulasi dan sportivitas.

MSRI: Integritas Kompetisi Menjadi Sorotan

Dari perspektif jurnalistik, polemik tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan siapa yang menang atau kalah. Hal yang lebih penting adalah bagaimana sebuah turnamen memastikan aturan diterapkan secara konsisten ketika berhadapan dengan keberatan peserta.

Pertanyaan mendasarnya adalah apakah setiap keputusan telah memiliki dasar regulasi yang jelas, diterapkan dengan standar yang sama kepada seluruh peserta, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, transparansi regulasi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan peserta. Jika keputusan panitia didasarkan pada ketentuan tertentu, dasar aturan tersebut idealnya dapat menjadi rujukan bersama sehingga tidak menimbulkan tafsir berbeda di tengah kompetisi.

Hingga saat ini, panitia menegaskan sikapnya bahwa pertandingan tidak akan diulang hanya karena adanya permintaan dari pihak yang keberatan, sepanjang tidak terdapat ketentuan dalam regulasi yang menjadi dasar dilaksanakannya pertandingan ulang.

Turnamen pun diharapkan tetap berjalan kondusif. Persaingan keras di dalam lapangan tidak semestinya berkembang menjadi konflik di luar lapangan.

Sebab, marwah sebuah kompetisi bukan hanya ditentukan oleh siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga oleh seberapa konsisten aturan ditegakkan sejak pertandingan pertama hingga laga terakhir.

Reporter: Makbul

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama