Doa Bersama Tujuh Hari Wafatnya M. Santo Berlangsung Khidmat, Keluarga Sampaikan Terima Kasih atas Kepedulian dan Doa Warga

Doa Bersama Tujuh Hari Wafatnya M. Santo Berlangsung Khidmat, Keluarga Sampaikan Terima Kasih atas Kepedulian dan Doa Warga

MSRI, SURABAYA – Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti kediaman almarhum M. Santo (50) di Simo Gunung Baru Jaya Blok A/42, Surabaya, Jawa Timur, saat keluarga menggelar tahlil dan doa bersama dalam rangka memperingati tujuh hari wafatnya almarhum, Sabtu (1/8/2026) pukul 19.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung dengan khusyuk tersebut dihadiri keluarga besar, kerabat, tetangga, tokoh masyarakat, serta pengurus RT dan RW setempat. Lantunan ayat suci Al-Qur'an, tahlil, dan doa dipanjatkan bersama sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar almarhum diberikan ampunan, dilimpahkan rahmat, dilapangkan alam kuburnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dalam kesempatan tersebut, kakak almarhum, M. Salin, menyampaikan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir, memberikan doa, serta menguatkan keluarga yang sedang berduka.

M. Salin mengatakan bahwa kehadiran warga merupakan bukti nyata kuatnya nilai persaudaraan dan kepedulian sosial yang masih terjaga di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga, Bapak RT, Bapak RW, keluarga, sahabat, dan semua pihak yang telah hadir mendoakan adik kami. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan panjenengan semua dengan pahala yang berlipat ganda, memberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam setiap urusan," ungkap M. Salin.

Doa Bersama Tujuh Hari Wafatnya M. Santo Berlangsung Khidmat, Keluarga Sampaikan Terima Kasih atas Kepedulian dan Doa Warga

Dalam ajaran Islam, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Allah SWT berfirman:

"Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-'Ankabut: 57).

Allah SWT juga berfirman:

"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali." (QS. Al-Baqarah: 156).

Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Ayat Al-Qur'an dan hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara, sedangkan doa dari keluarga, kerabat, dan kaum muslimin merupakan salah satu bentuk kasih sayang serta bakti yang terus mengalir bagi mereka yang telah berpulang.

Momentum doa bersama tujuh hari wafatnya almarhum tidak hanya menjadi sarana bermunajat kepada Allah SWT, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, ukhuwah Islamiyah, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Kehadiran warga, tokoh lingkungan, serta para kerabat menjadi cerminan kepedulian sosial yang patut dipelihara sebagai bagian dari budaya luhur bangsa.

Keluarga besar almarhum berharap seluruh doa yang dipanjatkan diterima Allah SWT sebagai amal saleh, menjadi wasilah diampuninya segala dosa dan khilaf almarhum M. Santo, diterangi alam kuburnya dengan cahaya iman, serta ditempatkan di surga bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan alam kuburnya, serta memberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."

Reporter: Excel Adji Wijaya

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama