Pemerataan Listrik di Barito Utara Berlanjut, 42 Tiang Penerangan Jalan Terpasang di Desa Lampeong I Demi Kesejahteraan Masyarakat

Pemerataan Listrik di Barito Utara Berlanjut, 42 Tiang Penerangan Jalan Terpasang di Desa Lampeong I Demi Kesejahteraan Masyarakat

MSRI, BARITO UTARA – Pemerintah terus mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga ke wilayah terpencil. Salah satu bentuk realisasinya adalah pemasangan 42 tiang listrik, jaringan kabel, dan lampu penerangan jalan di Desa Lampeong I, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang mulai dikerjakan pada Senin (20/7/2026). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses listrik yang lebih merata, aman, dan berkelanjutan.

Pemerataan Infrastruktur Kelistrikan Hingga Pelosok

Pembangunan jaringan listrik di Desa Lampeong I merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Hingga saat ini, sebanyak 42 tiang listrik telah berdiri dan proses pemasangan kabel beserta lampu penerangan jalan masih terus berlangsung. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan teknis di lapangan.

Koordinator Lapangan: Pekerjaan Dilaksanakan Secara Bertahap

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Koordinator Lapangan, PK Anam, yang berasal dari Kota Blitar, mengatakan bahwa pembangunan masih difokuskan di Desa Lampeong I sebelum dilanjutkan ke wilayah lainnya.

"Saat ini sebanyak 42 tiang listrik telah terpasang di Desa Lampeong I. Proses pembangunan masih berlangsung secara bertahap, dan selanjutnya akan dilanjutkan ke desa-desa lain di wilayah Kecamatan Gunung Purei sesuai tahapan pekerjaan," ujarnya.

Menurutnya, seluruh proses dilakukan agar pembangunan berjalan sesuai standar teknis sehingga hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Kepala Desa: Menunggu Penyelesaian Dua Desa Sebelum Uji Coba

Sementara itu, Kepala Desa Lampeong I, Suriyananta, saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, menjelaskan bahwa jaringan listrik belum dapat dioperasikan karena masih menunggu penyelesaian pekerjaan di dua desa lainnya.

"Untuk uji coba penyalaan masih menunggu pekerjaan di dua desa selesai. Setelah seluruh jaringan selesai dipasang, insyaallah dalam waktu dekat listrik akan mulai dinyalakan sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," jelas Suriyananta.

Masyarakat Berharap Listrik Menyala Normal

Selama ini masyarakat Desa Lampeong I masih menikmati pasokan listrik yang terbatas, yakni hanya mulai sekitar pukul 15.00 WIB hingga 06.00 WIB. Kondisi tersebut dinilai membatasi berbagai aktivitas masyarakat, terutama kegiatan ekonomi, pelayanan publik, dan proses belajar anak-anak pada malam hari.

Dengan selesainya pembangunan jaringan listrik ini, masyarakat berharap pasokan listrik dapat menyala selama 24 jam sebagaimana yang dinikmati masyarakat di wilayah perkotaan maupun desa-desa yang telah memiliki jaringan listrik permanen.

Dorong Kemajuan Pendidikan dan Perekonomian Desa

Kehadiran listrik yang stabil diharapkan menjadi pendorong percepatan pembangunan desa. Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan lingkungan melalui penerangan jalan, listrik juga diyakini akan mendukung pertumbuhan usaha masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan semangat belajar generasi muda.

Warga Desa Lampeong I menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap pembangunan di wilayah pelosok. Mereka berharap pemerataan listrik dapat terus dilanjutkan sehingga seluruh masyarakat, tanpa terkecuali, memperoleh hak yang sama atas layanan listrik yang layak.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan nasional, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Reporter: Mbah Mul

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama