MSRI, SURABAYA – Kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Setiap manusia akan kembali menghadap Allah SWT sesuai dengan ketetapan-Nya.
Allah SWT berfirman:
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. Al-'Ankabut: 57).
Dalam ajaran Islam, mendoakan sesama muslim yang telah wafat merupakan amalan mulia sebagai bentuk kasih sayang, penghormatan, dan ikhtiar memohonkan ampunan serta rahmat Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya." (HR. Muslim).
Berlandaskan nilai-nilai keimanan tersebut, keluarga besar almarhum Bapak Ngatemin menggelar doa bersama dalam rangka memperingati 1.000 hari wafatnya almarhum. Kegiatan berlangsung di kediaman putra almarhum, Senito, yang beralamat di Jalan Raya Bungkal No. 50, RT 08, RW 03, Kelurahan Sambikerep, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026), seusai salat Isya sekitar pukul 19.19 WIB.
Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan tersebut dihadiri oleh keluarga besar almarhum, warga RT 08, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Ketua RT 08 Saimin beserta jajaran pengurus RT. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, Yaasiin, tahlil, dan doa bersama yang dipanjatkan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus memohon agar Allah SWT mengampuni segala dosa, menerima amal ibadah, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Ketua RT 08, Saimin, menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi doa bersama tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi media mempererat ukhuwah Islamiyah, silaturahmi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga almarhum yang telah mengundang seluruh warga untuk bersama-sama mendoakan almarhum Bapak Ngatemin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kegiatan seperti ini hendaknya terus dijaga karena mampu mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan antarwarga," ujar Saimin.
Ia menambahkan, tingginya antusiasme warga yang hadir menjadi cerminan bahwa nilai gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan masih tumbuh kuat di lingkungan RT 08 Sambikerep. Tradisi seperti ini diharapkan terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, pihak keluarga almarhum menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada seluruh warga, pengurus RT, tokoh agama, dan para tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengirimkan doa bagi almarhum. Kehadiran masyarakat menjadi penguat bagi keluarga sekaligus wujud nyata solidaritas yang terjalin erat di lingkungan setempat.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh kekeluargaan. Seluruh jamaah berharap semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum Bapak Ngatemin, melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, melapangkan alam kuburnya, serta memberikan kesabaran, ketabahan, dan keberkahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Reporter: Eka F. A
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments