MSRI, GONTOR - Alhamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn, atas izin dan rahmat Allah SWT, keluarga besar Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Angkatan 2003 (1920) kembali dipertemukan dalam suasana penuh syukur di tanah wakaf yang telah menjadi tempat ditempanya akhlak, ilmu, serta jiwa pengabdian. Rabu (15/7/2026).
Momentum 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor bukan sekadar peringatan perjalanan sebuah lembaga pendidikan, melainkan menjadi pengingat bahwa keberkahan sebuah perjuangan hanya akan terus hidup apabila diwariskan dengan keikhlasan, istiqamah, dan pengabdian yang tulus karena Allah SWT.
Bagi Alumni 1920, kembali ke Gontor bukan sekadar pulang ke almamater, tetapi pulang kepada mata air tarbiyah yang telah membentuk hati, akal, dan karakter. Di tempat inilah mereka belajar bahwa ilmu harus melahirkan adab, adab harus melahirkan keteladanan, dan keteladanan adalah jalan menuju keberkahan hidup.
"Alhamdulillah, Allah SWT kembali mempertemukan kami di pondok tercinta. Apa yang kami peroleh di Gontor bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan yang menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga langkah pengabdian kami dan menjadikan kami bagian dari hamba-hamba-Nya yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan sesama," ungkap perwakilan Alumni Gontor 2003 saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
Nilai-nilai Panca Jiwa yang ditanamkan para masyayikh dan guru di Pondok Modern Darussalam Gontor terus hidup dalam setiap langkah para alumni. Nilai-nilai itu menjadi cahaya yang menerangi perjalanan hidup, menguatkan amanah, serta mengingatkan bahwa setiap ilmu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Memasuki abad kedua pengabdian Pondok Modern Darussalam Gontor, Alumni 1920 berkomitmen untuk terus menjaga tali ukhuwah, memperkuat khidmah, serta mengamalkan ilmu yang telah diwariskan para guru demi kemaslahatan umat.
Sebagaimana nasihat yang senantiasa tertanam dalam hati setiap santri, keberhasilan sejati bukanlah tentang seberapa tinggi seseorang mencapai kedudukan di dunia, melainkan seberapa besar keberkahan ilmu yang mampu ia tebarkan sebagai amal jariyah menuju ridha Allah SWT.
"Sekali menjadi santri, selamanya mengabdi. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Pondok Modern Darussalam Gontor, memuliakan para masyayikh, guru, dan alumninya, serta menjadikan setiap langkah pengabdian sebagai amal saleh yang diterima di sisi-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn."
Reporter: Riawan
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments