MSRI, MOJOKERTO - Dugaan adanya kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam produk yang disebut sebagai pupuk hayati produksi PT Enero kini memasuki tahap pemeriksaan lapangan.
Polda Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur turun langsung ke lahan pertanian di Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, untuk mengambil sampel yang selanjutnya akan diperiksa dan diuji di laboratorium.
Langkah tersebut menjadi penting karena persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan produk yang digunakan petani, tetapi juga menyangkut kemungkinan dampaknya terhadap tanah, tanaman, air, lingkungan, serta keselamatan masyarakat.
Petani Ungkap Keterangan yang Memunculkan Pertanyaan
Dalam gelar perkara yang berlangsung di Balai Desa Ngabar dan dihadiri pihak PT Enero, Tim Penyidik Pidter Polda Jatim, DLH Provinsi Jawa Timur, pemerintah desa, warga, serta Pimpinan Redaksi Locusdelictinews bersama tim, muncul sejumlah keterangan yang menarik perhatian.
Ketika ditanya mengenai manfaat produk tersebut, seorang petani menyampaikan bahwa pupuk hayati PT Enero dinilai mampu membantu menyuburkan tanah sekaligus memberikan efek terhadap hama.
Salah satu keterangan yang kemudian memunculkan pertanyaan adalah pernyataan mengenai adanya efek terhadap hama tikus.
Jika keterangan tersebut benar, pertanyaan berikutnya menjadi penting:
Kandungan atau mekanisme apa yang menyebabkan produk yang disebut sebagai pupuk hayati tersebut memberikan efek terhadap hama tikus?
Apakah efek tersebut memang berkaitan dengan karakteristik bahan yang diperbolehkan dalam produk pupuk hayati, atau terdapat senyawa tertentu yang perlu diperiksa lebih lanjut?
Pertanyaan tersebut tentu tidak dapat dijawab hanya berdasarkan keterangan lisan.
Hasil pengujian laboratorium menjadi bagian penting untuk memastikan fakta secara ilmiah.
Redaksi Locusdelictinews Tantang Audiensi Terbuka dengan Dirut PT Enero
Munculnya berbagai pertanyaan tersebut membuat Redaksi Locusdelictinews membuka ruang klarifikasi dan mengajak Direktur Utama PT Enero untuk melakukan audiensi secara terbuka.
Audiensi dinilai penting agar persoalan tidak berkembang menjadi sekadar adu klaim atau informasi sepihak.
Redaksi memberikan ruang kepada manajemen PT Enero untuk menjelaskan secara langsung kepada publik mengenai:
- jenis dan fungsi produk;
- bahan baku yang digunakan;
- proses produksi;
- legalitas dan perizinan produk;
- hasil pengujian laboratorium;
- standar keamanan produk;
- serta sistem pengelolaan limbah perusahaan.
Apabila PT Enero memiliki dokumen, data teknis, maupun hasil uji laboratorium yang menunjukkan bahwa produk tersebut aman dan memenuhi ketentuan, Locusdelictinews siap memberikan ruang pemberitaan secara proporsional.
Sebaliknya, apabila terdapat persoalan yang perlu ditindaklanjuti, masyarakat juga berhak mengetahui bagaimana perusahaan memastikan perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Jangan Sampai Lahan Pertanian Menjadi Tempat Pembuangan Risiko
Persoalan akan menjadi jauh lebih serius apabila nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bahan yang seharusnya dikelola sebagai limbah, tetapi masuk ke lingkungan atau digunakan dalam suatu produk tanpa memenuhi ketentuan yang berlaku.
Sebab dampak pencemaran lingkungan tidak selalu terlihat secara langsung.
Potensi persoalan dapat berkaitan dengan tanah, air, tanaman, organisme di sekitar lahan, hingga rantai kehidupan yang bergantung pada lingkungan tersebut.
Karena itu, apabila diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, penelusuran tidak semestinya berhenti pada produk.
Tanah, air, sumber bahan baku, lokasi produksi, hingga jalur distribusi material juga penting ditelusuri secara ilmiah.
Penegak Hukum Diminta Tidak Berhenti pada Pengambilan Sampel
Turunnya Polda Jatim bersama DLH Provinsi Jawa Timur patut diapresiasi sebagai langkah awal dalam mencari fakta.
Namun masyarakat tentu berharap seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara objektif, terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Apabila hasil laboratorium menunjukkan adanya kandungan yang tidak sesuai ketentuan, pemeriksaan diharapkan dapat dikembangkan untuk mengetahui asal bahan, proses produksi, pengelolaan limbah, dokumen lingkungan, hingga pihak yang bertanggung jawab.
Sebaliknya, apabila hasil pengujian menyatakan produk memenuhi ketentuan, hasil tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Pertanyaan Besarnya: Pupuk Hayati atau Limbah Terselubung?
Di tengah polemik ini, muncul dugaan dari sebagian pihak bahwa material cair berbau menyengat yang disebut disalurkan menggunakan truk tangki ke area persawahan dan perkebunan tebu warga diduga berkaitan dengan sisa proses produksi bioetanol.
Namun dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian secara ilmiah dan pemeriksaan aparat berwenang.
Kini perhatian masyarakat tertuju pada hasil pemeriksaan sampel yang diambil dari lahan pertanian Desa Ngabar.
Jika hasil pengujian membuktikan bahwa produk tersebut aman dan sesuai ketentuan, masyarakat berhak memperoleh kepastian sekaligus penjelasan yang terang.
Namun apabila ditemukan kandungan berbahaya atau pelanggaran dalam pengelolaan limbah, maka persoalannya tentu menjadi jauh lebih serius.
Sebab yang dipertaruhkan bukan sekadar persoalan pupuk, melainkan keamanan lahan pertanian, kualitas lingkungan, serta keselamatan masyarakat.
Pada akhirnya, jawaban atas polemik ini harus diberikan oleh data, hasil laboratorium, dokumen, dan pemeriksaan aparat yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan klaim dari pihak mana pun.
Locusdelictinews akan terus mengawal proses pemeriksaan ini dan memberikan ruang yang berimbang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan fakta, klarifikasi, maupun hak jawab.
(Tim Investigasi/Setiawan)
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments