MSRI, LOMBOK BARAT - Kepedulian terhadap sesama tidak selalu diukur dari besarnya bantuan, tetapi dari ketulusan untuk hadir dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Semangat tersebut diwujudkan Yayasan Mutiara Cendekia bersama LSM Garuda Indonesia melalui penyaluran santunan kepada 30 warga rentan di Dusun Mulejati, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Jumat (9/10/2026).
Santunan tersebut diberikan kepada anak yatim, janda, dan lanjut usia (lansia) yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kedua lembaga dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Ketua Yayasan Mutiara Cendekia, Lalu Bambang Samudra, mengatakan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian terhadap warga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Baginya, kehadiran dan niat untuk berbagi merupakan bagian penting dari upaya memberikan manfaat kepada sesama.
“Meskipun sedikit, niat kami minimal bisa berbagi manfaat kepada warga yang membutuhkan,” ujar Lalu Bambang Samudra.
Ia berharap santunan tersebut tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi penerima, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan merupakan tanggung jawab sosial yang perlu terus dipelihara.
Direktur LSM Garuda Indonesia, M. Zaini, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan harapan agar bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum menentu.
“Semoga bisa meringankan beban warga di tengah situasi ekonomi yang tak menentu seperti sekarang ini,” ungkap Zaini.
Kepedulian yang Harus Berkelanjutan
Kolaborasi Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menjawab kebutuhan sosial di lingkungan sekitar. Kehadiran kelompok masyarakat, yayasan, dan lembaga swadaya masyarakat memiliki arti penting dalam membangun solidaritas, terutama bagi warga yang membutuhkan perhatian lebih.
Namun, kepedulian terhadap kelompok rentan tidak semestinya berhenti pada penyaluran santunan semata. Anak yatim, janda, dan lansia membutuhkan perhatian yang berkelanjutan, baik melalui dukungan sosial, pendampingan, maupun keterlibatan berbagai pihak sesuai kapasitas masing-masing.
Karena itu, semangat gotong royong perlu dijaga sebagai gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial. Konsistensi, ketepatan sasaran, dan keberlanjutan program menjadi aspek penting agar kegiatan sosial benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Mutiara Cendekia dan LSM Garuda Indonesia berharap nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial terus tumbuh. Sebab, ukuran kepedulian bukan hanya terletak pada apa yang diberikan, melainkan juga pada kesediaan untuk tidak menutup mata terhadap kesulitan sesama.
Ketika kepedulian diwujudkan dalam tindakan, gotong royong bukan sekadar warisan nilai, melainkan kekuatan sosial untuk menjaga martabat dan memperkuat solidaritas antarsesama.
Reporter: Makbul
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments