TNI Fair 2026: 85 Alutsista Dibuka ke Publik, Modernisasi Pertahanan dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

TNI Fair 2026: 85 Alutsista Dibuka ke Publik, Modernisasi Pertahanan dan Kedekatan TNI dengan Rakyat

MSRI, JAKARTA - Kekuatan pertahanan tidak selalu harus dilihat dari balik pagar dan barak. Di Silang Monas, Jakarta Pusat, masyarakat justru diberi kesempatan untuk melihat lebih dekat bagaimana teknologi, kesiapan, dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Darat (TNI AD) dipersiapkan untuk mendukung pertahanan negara.

Sebanyak 85 unit alutsista dan kendaraan TNI AD dipamerkan dalam TNI Fair 2026, yang berlangsung hingga Minggu (20/9/2026). Pameran tersebut menghadirkan 22 stan yang mewakili berbagai korps dan jenis alutsista TNI AD.

Di tengah meningkatnya perkembangan teknologi pertahanan, keterbukaan semacam ini menjadi ruang komunikasi publik. Masyarakat tidak hanya melihat kendaraan tempur sebagai sebuah kekuatan militer, tetapi juga dapat memperoleh penjelasan mengenai fungsi, kemampuan, serta teknologi yang berada di balik setiap peralatan pertahanan tersebut.

Salah satu yang menarik perhatian adalah tank Leopard 2 RI milik Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Kendaraan tempur tersebut menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang datang untuk melihat secara langsung sekaligus mengabadikan momen di sekitar alutsista.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan TNI Fair menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kepada masyarakat perkembangan kemampuan TNI AD, termasuk proses mengikuti perkembangan teknologi pertahanan.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI di lokasi, Sabtu (19/9/2026), Maruli menegaskan bahwa TNI AD terus melakukan latihan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi untuk mendukung kesiapan pertahanan negara.

“Saya kira dan kita berusaha untuk memperlihatkan kepada masyarakat begini lah kondisi angkatan kita untuk meyakinkan publik juga bahwa kita juga terus berlatih, kita juga terus mengikuti perkembangan teknologi untuk siap mempertahankan negara kita,” kata Maruli.

Menurutnya, keterbukaan melalui pameran juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memahami lebih jauh fungsi berbagai alutsista yang dimiliki TNI AD.

“Jadi bisa ditanyakan, ini fungsinya buat apa, ini buat apa. Saya kira bisa dijelaskan di sana,” ujarnya.

Bukan Sekadar Pajangan

TNI Fair 2026 memperlihatkan bahwa modernisasi pertahanan tidak hanya berbicara mengenai bertambahnya jumlah maupun kecanggihan alutsista. Ada aspek lain yang tidak kalah penting, yakni bagaimana masyarakat memahami fungsi dan peran teknologi pertahanan tersebut.

Kehadiran puluhan kendaraan tempur dan berbagai peralatan militer di ruang publik sekaligus menciptakan ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat. Di sana, masyarakat dapat bertanya, memperoleh penjelasan, dan melihat secara langsung sebagian peralatan yang digunakan dalam sistem pertahanan negara.

Dalam perspektif komunikasi publik, pola semacam ini memperlihatkan upaya membangun hubungan yang lebih dekat antara TNI dan rakyat. Kekuatan pertahanan diperkenalkan bukan semata sebagai simbol kekuatan militer, melainkan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara yang keberadaannya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Modernisasi dan Kepercayaan Publik

Modernisasi alutsista pada akhirnya tidak berdiri sendiri. Di balik teknologi dan kendaraan tempur yang dipamerkan, terdapat tuntutan kesiapan personel, latihan berkelanjutan, kemampuan mengoperasikan teknologi, serta pemahaman terhadap perkembangan lingkungan strategis.

Karena itu, keterbukaan informasi melalui TNI Fair dapat menjadi jembatan komunikasi antara institusi pertahanan dan masyarakat. Publik mendapatkan kesempatan untuk melihat, bertanya, sekaligus memahami bahwa kesiapan pertahanan tidak hanya dibangun melalui peralatan, tetapi juga melalui sumber daya manusia dan latihan yang berkelanjutan.

Bagi masyarakat, kehadiran 85 alutsista di Monas menjadi pengalaman melihat kekuatan pertahanan dari jarak yang lebih dekat. Bagi TNI AD, ruang publik tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan bahwa modernisasi dan kesiapan pertahanan berjalan bersamaan dengan upaya membangun kedekatan dengan rakyat.

TNI Fair 2026 masih dapat dikunjungi masyarakat hingga Minggu (20/9/2026) di Silang Monas, Jakarta Pusat.

Reporter: Aditya WP

Kabiro MSRI DKI Jakarta

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama