MSRI, SURABAYA - Pemberantasan narkotika bukan semata-mata persoalan keberanian melakukan penindakan. Di balik setiap langkah penegakan hukum terdapat tuntutan ketelitian, kecepatan merespons informasi, disiplin dalam penyelidikan, serta kepatuhan terhadap prosedur dan ketentuan hukum.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas AKP AA Putrawan, S.H., M.H., Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, bersama jajaran Satresnarkoba dalam menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika.
Di tengah dinamika jaringan narkotika yang terus berkembang, kewaspadaan menjadi kunci. Tidak boleh ada ruang untuk lengah.
Setiap informasi harus ditelusuri. Setiap dugaan harus diverifikasi. Setiap indikasi jaringan harus dikembangkan melalui proses penyelidikan yang cermat. Dan setiap tindakan penegakan hukum harus memiliki dasar yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Ketegasan AKP AA Putrawan dalam menjalankan tugas dapat dianalogikan seperti ketangguhan personel terlatih di medan yang penuh tantangan—cepat membaca situasi, disiplin mengambil langkah, serta tidak mudah kehilangan fokus. Namun, seluruh proses penegakan hukum tetap berada dalam koridor kewenangan kepolisian dan hukum yang berlaku.
Sebab, ketegasan tidak identik dengan tindakan tanpa kendali. Keberanian tidak berarti mengabaikan prosedur.
Justru kekuatan aparat penegak hukum terletak pada kemampuan untuk bertindak tegas sekaligus tetap menjunjung tinggi hukum, profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas.
Karena itu, pemberantasan narkotika membutuhkan pola kerja yang jelas: cepat merespons, cermat menyelidiki, tegas menindak, dan profesional mempertanggungjawabkan setiap proses hukum.
JARINGAN BOLEH BERUBAH, KEWASPADAAN TAK BOLEH LUNTUR
Peredaran narkotika merupakan kejahatan yang dapat berkembang mengikuti perubahan situasi dan modus. Karena itu, keberhasilan pemberantasan tidak cukup diukur dari satu penindakan, tetapi juga dari kemampuan aparat membaca pola, mengembangkan informasi, mengungkap keterkaitan antarperistiwa, serta memutus mata rantai peredarannya berdasarkan bukti yang sah.
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak tidak dapat bekerja sendiri.
Partisipasi masyarakat, kepedulian lingkungan, koordinasi antarlembaga, serta keberanian menyampaikan informasi melalui saluran yang tepat merupakan bagian penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
Masyarakat memiliki peran strategis. Aparat memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti informasi secara profesional, terukur, dan sesuai ketentuan hukum.
Sinergi keduanya menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang semakin sulit bagi peredaran narkotika.
TIDAK ADA TEMPAT BAGI NARKOTIKA
Narkotika bukan hanya persoalan tindak pidana. Dampaknya dapat menjalar ke keluarga, lingkungan sosial, generasi muda, hingga masa depan masyarakat.
Karena itu, pemberantasan narkotika harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Jaringan boleh bergerak. Modus boleh berubah. Tetapi kewaspadaan aparat tidak boleh surut.
Di sinilah profesionalisme dan kepemimpinan aparat penegak hukum diuji: bukan hanya seberapa cepat melakukan penindakan, tetapi juga seberapa kuat memastikan bahwa setiap tindakan dibangun di atas fakta, bukti, prosedur, dan kepastian hukum.
MSRI memandang bahwa keberanian dalam pemberantasan narkotika harus berjalan beriringan dengan integritas dan profesionalisme. Penegakan hukum yang kuat adalah penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan, namun tetap menghormati proses hukum dan hak-hak setiap pihak.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Sabtu (19/9/2026), ditegaskan bahwa pemberantasan narkotika harus dilaksanakan secara tegas, konsisten, terukur, dan profesional.
“Tidak boleh ada kata lengah dalam menghadapi peredaran narkotika. Namun ketegasan harus tetap berada dalam koridor hukum. Setiap informasi harus diverifikasi, setiap proses harus berdasarkan fakta dan bukti, serta setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan.”
Pemberantasan narkotika juga membutuhkan keterlibatan masyarakat.
“Polisi tidak mungkin bekerja sendirian. Masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan informasi melalui jalur yang tepat. Sebaliknya, aparat harus mampu merespons setiap informasi secara profesional dan terukur. Sinergi inilah yang harus terus diperkuat.”
Bagi Komunitas JAWARAH (Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum), garis perjuangan dalam pemberantasan narkotika harus tetap jelas:
Tegas terhadap jaringan narkotika.
Tegas terhadap peredaran gelap.
Tegas dalam penegakan hukum.
Namun tetap profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis bukti.
MSRI memberikan apresiasi terhadap komitmen jajaran Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menjalankan tugas pemberantasan narkotika.
Namun apresiasi tersebut harus berjalan seiring dengan harapan agar profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, kepastian hukum, serta penghormatan terhadap prosedur senantiasa menjadi landasan dalam setiap tindakan.
Sebab, keberanian sejati dalam penegakan hukum bukan sekadar keberanian mengejar dan menangkap pelaku.
Keberanian sejati adalah berani bertindak tegas, berani berdiri di atas fakta dan bukti, serta berani mempertanggungjawabkan setiap langkah di hadapan hukum dan publik.
Reporter: M. Saiin
MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments