Gajah Mada I Dalam Bersholawat: Teguhkan Iman, Perkuat Ukhuwah, Hidupkan Keteladanan Rasulullah SAW

Gajah Mada I Dalam Bersholawat: Teguhkan Iman, Perkuat Ukhuwah, Hidupkan Keteladanan Rasulullah SAW

MSRI, SURABAYA - Lantunan sholawat menggema di kawasan Jalan Gajah Mada I Dalam, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur. Warga berkumpul dalam suasana khidmat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Sabtu malam (19/9/2026).

Peringatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan. Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan iman, memperkuat ukhuwah, menjaga silaturahmi, serta menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.

Warga yang dalam keseharian terkadang hanya berpapasan di jalan, malam itu duduk bersama dalam satu majelis. Tidak ada sekat usia maupun aktivitas. Semua larut dalam lantunan sholawat dan pesan-pesan keagamaan.

Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan dipandu MC, Fitri. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan QS. Al-Ahzab ayat 21–22 secara tartil beserta terjemahannya oleh Rasya dan Aisyah.

Rangkaian sambutan kemudian disampaikan Ketua Panitia Nur Cholifah selaku Wakil RT, dilanjutkan Ketua RT 08, Rama.

Dalam sambutannya, Rama mengajak warga menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga kerukunan. Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki rangkaian sholawat, suasana semakin religius. Tim hadrah mengiringi lantunan sholawat Nabi dengan tabuhan rebana. Warga pun mengikuti dengan penuh khidmat.

Suasana tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga harus tercermin dalam akhlak, kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

Keteladanan Rasulullah Harus Dihidupkan

Acara inti diisi tausiyah agama oleh Ustaz Rofiqul Anam dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Generasi yang Beriman dan Berakhlak Mulia.”

Dalam tausiyahnya, Ustaz Rofiqul Anam menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan Rasulullah, menurut pesan yang disampaikan dalam tausiyah, tidak cukup hanya dikenang setiap datangnya Maulid. Nilai kejujuran, kesabaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan kepedulian harus hadir dalam keluarga serta kehidupan bertetangga.

Terutama bagi para orang tua, keteladanan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak.

“Rasulullah SAW bukan sekadar untuk dikenang, tetapi untuk diteladani. Akhlak yang baik harus dimulai dari keluarga, kemudian tumbuh dalam lingkungan dan kehidupan bermasyarakat,” pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, panitia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi di Gajah Mada I Dalam diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tahunan.

Momentum tersebut diharapkan mampu memperkuat persaudaraan warga, menjaga kerukunan lingkungan, serta menumbuhkan kepedulian sosial yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Sholawat Menyatukan Warga

Sekitar pukul 21.30 WIB, suasana semakin semarak. Diiringi lantunan sholawat dari tim hadrah, warga diarahkan duduk membentuk lingkaran.

Tua dan muda, laki-laki maupun perempuan, berbaur dalam satu suasana kebersamaan. Tidak hanya mendengarkan, warga turut melantunkan sholawat dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bendera uang yang menambah semarak suasana. Keceriaan warga terlihat jelas tanpa menghilangkan nuansa religius yang menjadi ruh utama kegiatan.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Sajian soto ayam menjadi hidangan penutup yang dinikmati warga dalam suasana penuh kekeluargaan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Gajah Mada I Dalam pada akhirnya menjadi pesan bersama bahwa agama tidak hanya hadir di tempat ibadah, tetapi juga harus tercermin dalam hubungan antarmanusia.

Kecintaan kepada Rasulullah SAW harus melahirkan akhlak. Sholawat harus melahirkan persaudaraan. Dan Maulid harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.

Sebab, mengenang Rasulullah SAW bukan hanya tentang merayakan kelahiran beliau, tetapi tentang berusaha menghadirkan keteladanan beliau dalam kehidupan kita.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perpektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama