Di Balik Kebakaran Pabrik Kerupuk Bulak Rukem: Tungku Penggorengan dalam Sorotan

Di Balik Kebakaran Pabrik Kerupuk Bulak Rukem: Tungku Penggorengan dalam Sorotan

MSRI, SURABAYA - Kebakaran yang melanda sebuah pabrik kerupuk di kawasan Bulak Rukem Timur, Surabaya, pada Selasa (22/9/2026) malam, menghanguskan sebagian besar area produksi. Dugaan awal sumber api mengarah pada tungku penggorengan berbahan bakar kayu yang berada di lokasi pengolahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan MSRI di lokasi, titik kebakaran pertama kali terlihat dari area penggorengan dan ruang penyimpanan hasil produksi. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pendalaman dan penyelidikan pihak berwenang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyampaikan bahwa informasi awal yang diterima petugas mengarah pada area tungku penggorengan.

“Pastinya belum tahu. Yang jelas dari tungku penggorengan, pakai kayu pembakarannya,” ujar Laksita kepada wartawan di lokasi kejadian.

Pernyataan tersebut menjadi petunjuk awal mengenai sumber api, namun belum dapat dijadikan kesimpulan akhir sebelum ada hasil pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.

Api Cepat Membesar, Atap Kayu Diduga Mempercepat Perambatan

Data yang dihimpun wartawan MSRI di lapangan menunjukkan, bangunan seluas sekitar 400 meter persegi itu menggunakan konstruksi atap berbahan kayu. Material tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api hingga mengakibatkan sebagian atap bangunan ambruk.

Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.50 WIB dan berhasil mengendalikan api pokok pada pukul 18.00 WIB. Meski demikian, proses pembasahan tetap dilakukan selama kurang lebih 30 menit guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 75 persen bangunan terdampak kebakaran, terutama pada area penggorengan dan penyimpanan kerupuk. Sementara itu, bagian mes atau tempat tinggal pekerja dilaporkan tidak terdampak secara signifikan.

Sejumlah peralatan produksi seperti tungku, wajan penggorengan berisi minyak, tempat penyimpanan kerupuk, serta hasil produksi turut hangus terbakar.

Lokasi di Permukiman Padat Jadi Perhatian

Pantauan wartawan MSRI di lokasi mencatat bahwa pabrik berada di kawasan permukiman padat penduduk dengan akses sekitar 50 meter dari jalan utama. Kondisi tersebut menuntut kecepatan dan ketepatan penanganan agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Sekitar pukul 19.05 WIB, petugas pemadam telah menyelesaikan proses pembasahan dan menarik seluruh selang yang digunakan selama operasi pemadaman.

Sementara itu, Siti Zakiah, cucu pemilik pabrik, membenarkan bahwa area yang terbakar merupakan lokasi penggorengan dan penyimpanan hasil produksi. Pascakejadian, aktivitas pabrik untuk sementara dihentikan.

Fakta – Kronologi – Catatan Investigasi MSRI

Fakta:

• Kebakaran terjadi di pabrik kerupuk Bulak Rukem Timur, Surabaya.

• Dugaan awal sumber api mengarah ke tungku penggorengan berbahan bakar kayu.

• Sekitar 75 persen bangunan terdampak kebakaran.

• Area penggorengan dan penyimpanan hasil produksi menjadi bagian yang paling banyak terbakar.

Kronologi:

• Laporan diterima petugas pukul 17.50 WIB.

• Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB.

• Pembasahan berlangsung hingga sekitar pukul 19.05 WIB.

Catatan Investigasi MSRI: Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keselamatan kerja pada industri rumah tangga maupun usaha pengolahan pangan, terutama yang menggunakan sumber panas terbuka, bahan bakar kayu, minyak goreng dalam jumlah besar, serta bangunan dengan material yang mudah terbakar.

MSRI menilai, pendalaman terhadap faktor teknis, standar keselamatan, serta penyebab pasti kebakaran perlu dilakukan secara menyeluruh agar kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

“Kita tidak mencari kesalahan. Kita mencari fakta. Sebab setiap peristiwa adalah pelajaran untuk meningkatkan keselamatan bersama.”

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama