Tak Sekadar Warung Gratis, Wong Bodho Teguhkan Khidmat dan Ukhuwah di Momentum Muktamar NU ke-35

Tak Sekadar Warung Gratis, Wong Bodho Teguhkan Khidmat dan Ukhuwah di Momentum Muktamar NU ke-35

MSRI, JOMBANG - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama bukan semata momentum permusyawaratan organisasi, tetapi juga ruang untuk meneguhkan nilai khidmat, ukhuwah, dan kepedulian kepada sesama. Semangat tersebut diwujudkan komunitas Wong Bodho melalui pelayanan sederhana namun penuh makna di Terminal Kepuhsari, Jalan Mastrip, Kepuhsari, Kabupaten Jombang.

Menyambut kedatangan jamaah dari berbagai penjuru Nusantara yang menghadiri Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Wong Bodho membuka posko pelayanan berupa warung kopi dan aneka gorengan gratis.

Posko yang dipandegani langsung oleh H. Rosit tersebut menjadi tempat persinggahan jamaah yang datang dari berbagai wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Subang, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lainnya.

Di tengah padatnya arus kedatangan jamaah, secangkir kopi dan sajian sederhana itu menjadi simbol keramahan sekaligus bentuk nyata kepedulian. Tidak ada sekat, tidak ada syarat, dan tidak ada pungutan. Siapa pun yang datang dipersilakan singgah dan menikmati hidangan yang tersedia.


“Kami tidak sedang memberikan sesuatu yang besar. Kami hanya ingin menyambut para tamu yang datang ke Jombang dengan apa yang kami mampu. Kopi dan gorengan ini adalah bentuk khidmat, silaturahmi, dan rasa hormat kepada para tamu Allah. Semoga menjadi amal yang diterima dan membawa keberkahan,” ujar H. Rosit.

Menurutnya, nilai sebuah khidmat tidak selalu diukur dari besar kecilnya pemberian, tetapi dari keikhlasan dalam melayani dan ketulusan dalam berbagi.

Jamaah yang telah menempuh perjalanan berjam-jam pun dapat beristirahat sejenak di posko tersebut sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi muktamar. Kehadiran posko ini sekaligus memperlihatkan wajah keramahan masyarakat Jombang dalam menyambut tamu-tamu yang datang untuk menghadiri perhelatan besar Nahdlatul Ulama.

Pelayanan dibuka sejak 27 Agustus 2026 dan akan berlangsung setiap hari hingga seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 selesai. Posko tersebut terbuka bukan hanya bagi peserta muktamar, melainkan juga pengemudi angkutan umum, pedagang, pejalan kaki, pengguna jasa terminal, serta masyarakat sekitar.

Bagi Wong Bodho, pelayanan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan khidmat yang nyata: melayani tanpa membeda-bedakan, berbagi tanpa mengharap imbalan, serta menjaga ukhuwah dalam suasana penuh keberkahan.

Di tengah momentum Muktamar NU ke-35, langkah sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa semangat keumatan tidak hanya diwujudkan melalui forum dan perdebatan gagasan, tetapi juga melalui tangan yang memberi, hati yang ikhlas, dan kesediaan melayani sesama.

Wong Bodho berharap posko tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, sekaligus menjadi doa bersama agar Muktamar NU ke-35 membawa kemaslahatan bagi umat, kemajuan bagi bangsa, serta keberkahan bagi Indonesia.

(Riawan/Sanex)

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama