MSRI, JAKARTA - Polda Metro Jaya mengerahkan 7.643 personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Dzikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang diproyeksikan dihadiri sekitar 100 ribu peserta tersebut diperkirakan akan memicu lonjakan mobilitas masyarakat di kawasan pusat pemerintahan. Selain menjadi momentum nasional yang sarat nilai kebangsaan dan spiritual, besarnya jumlah peserta juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat keamanan dalam menjaga stabilitas kamtibmas, kelancaran arus lalu lintas, serta keselamatan masyarakat.
Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono menegaskan seluruh personel telah diinstruksikan mengedepankan profesionalisme, pendekatan humanis, dan kewaspadaan selama pelaksanaan pengamanan.
"Seluruh personel harus melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan penuh kewaspadaan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar," ujar Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
Menurutnya, setiap personel juga diminta mengedepankan kesabaran, komunikasi yang baik, serta pelayanan kepada masyarakat guna menghindari gesekan di lapangan ketika terjadi peningkatan aktivitas maupun kepadatan peserta.
Rekayasa Lalu Lintas Jadi Ujian Kesiapan Aparat
Berdasarkan analisis wartawan MSRI, kawasan Monas merupakan salah satu simpul strategis ibu kota yang terhubung dengan berbagai pusat aktivitas pemerintahan, perkantoran, dan destinasi wisata. Dengan estimasi kehadiran puluhan hingga ratusan ribu peserta, potensi kepadatan kendaraan diperkirakan tidak hanya terjadi di sekitar Monas, tetapi juga meluas ke sejumlah ruas jalan utama di Jakarta Pusat.
Kondisi tersebut menjadikan efektivitas rekayasa lalu lintas sebagai faktor penting dalam menentukan kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus keberhasilan pengamanan kegiatan berskala nasional ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa pengaturan arus kendaraan akan diterapkan secara situasional mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.
"Pengaturan dilakukan agar akses peserta tetap terjaga, namun aktivitas masyarakat juga diupayakan tidak terganggu," jelas Kombes Pol. Budi Hermanto saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI.
Mitigasi Risiko Menjadi Prioritas
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga menerapkan langkah-langkah preemtif dan preventif melalui deteksi dini, sterilisasi lokasi menggunakan Tim Penjinak Bom (Jibom) serta Unit K9, hingga pengamanan terbuka dan tertutup di sejumlah titik strategis.
Sebanyak 7.643 personel yang diterjunkan terdiri atas 3.675 personel Polda Metro Jaya, 1.143 personel Polres jajaran, 500 personel Korbrimob Polri, 200 personel Korsabhara Polri, 1.845 personel TNI, 145 personel Satpol PP, serta 135 personel Dinas Perhubungan berikut petugas derek.
Pengamanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga mengantisipasi potensi keadaan darurat seperti kepadatan berlebih, gangguan ketertiban, hingga kelancaran jalur evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.
MSRI: Keselamatan Publik Menjadi Tolok Ukur
Bagi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), keberhasilan pengamanan kegiatan nasional tidak semata diukur dari banyaknya personel yang diterjunkan, melainkan dari efektivitas koordinasi lintas instansi, kecepatan pengambilan keputusan di lapangan, serta kemampuan aparat memberikan rasa aman tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat.
Polda Metro Jaya pun mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di kawasan Monas untuk menggunakan jalur alternatif, mematuhi arahan petugas, serta mengikuti informasi lalu lintas terbaru agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan lancar.
Dengan skala kegiatan yang besar dan tingginya antusiasme masyarakat, seluruh unsur pengamanan diharapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif sehingga Dzikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa.
Reporter: Aditya WP
Kabiro DKI Jakarta
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments