Padepokan WONG BODHO Gelar NGACANG Bertema "Sinau Ngegas Ngerem", Hadirkan Mas Sabrang MDP, Gus Sukoiri: "HIDUP ADALAH PENGABDIAN"

Padepokan WONG BODHO Gelar NGACANG Bertema "Sinau Ngegas Ngerem", Hadirkan Mas Sabrang MDP, Gus Sukoiri: "HIDUP ADALAH PENGABDIAN"

MSRI, GRESIK – Padepokan WONG BODHO "Pondok Mburi" kembali menggelar NGACANG (Ngaji Cangkrukan Sinau Bareng) pada Rabu, 5 Agustus 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, di Gang Mboro, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap tanggal 5 setiap bulan ini akan dirangkaikan dengan Haul Mbah Zainal Abidin dan Mbok Suriyah, serta menghadirkan Mas Sabrang MDP sebagai salah satu pengisi acara. Mengusung tema "Sinau Ngegas Ngerem (Merawat Solidaritas, Menata Arah Perjalanan)", penyelenggaraan NGACANG tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, mempererat tali silaturahmi, meneguhkan nilai-nilai spiritual, serta membangun keseimbangan antara semangat perubahan dengan kebijaksanaan dalam menentukan arah perjalanan hidup.

NGACANG merupakan forum kebersamaan yang memadukan kegiatan keagamaan, diskusi, dan sinau bareng dalam suasana yang hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memperkuat nilai-nilai keimanan, menumbuhkan kepedulian sosial, melestarikan budaya gotong royong, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan pengabdian.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Pendiri dan Pengasuh Padepokan WONG BODHO "Pondok Mburi", Muhammad Sukoiri (Gus Sukoiri), menjelaskan bahwa tema "Sinau Ngegas Ngerem" merupakan refleksi kehidupan yang mengajarkan pentingnya memahami kapan harus bergerak cepat untuk menghadirkan perubahan dan kapan harus menahan diri dengan kebijaksanaan demi menjaga persatuan, keharmonisan, serta kemaslahatan bersama.

Menurut Gus Sukoiri, setiap langkah perjuangan harus dilandasi niat tulus untuk memberikan manfaat bagi sesama. Filosofi tersebut menjadi ruh dalam setiap penyelenggaraan NGACANG dan terus ditanamkan kepada seluruh jamaah maupun masyarakat yang hadir.

Padepokan WONG BODHO Gelar NGACANG Bertema "Sinau Ngegas Ngerem", Hadirkan Mas Sabrang MDP, Gus Sukoiri: "HIDUP ADALAH PENGABDIAN"

"Hidup bukan diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan dari seberapa besar manfaat yang kita berikan kepada sesama. HIDUP ADALAH PENGABDIAN."

"NGACANG bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan majelis untuk mengaji, berdialog, saling belajar, dan mempererat persaudaraan. Tema 'Sinau Ngegas Ngerem' mengingatkan kita bahwa dalam menjalani kehidupan diperlukan keberanian untuk bergerak maju, namun juga kebijaksanaan untuk mengendalikan diri agar setiap langkah tetap berada pada jalan yang benar.

Momentum Haul Mbah Zainal Abidin dan Mbok Suriyah menjadi pengingat agar kita senantiasa menghormati jasa para pendahulu, menjaga warisan nilai-nilai luhur, serta meneruskannya melalui tindakan nyata. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir, berdoa bersama, memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong. Sebab, hidup yang paling bermakna bukanlah tentang apa yang kita miliki, melainkan tentang seberapa besar pengabdian yang kita berikan kepada agama, bangsa, negara, dan sesama manusia. HIDUP ADALAH PENGABDIAN," tegas Gus Sukoiri kepada wartawan MSRI.

Ia berharap NGACANG terus berkembang sebagai ruang pemersatu masyarakat yang mampu memperkuat tradisi keilmuan, memperluas wawasan kebangsaan, serta membangun budaya dialog yang santun, inklusif, dan saling menghormati di tengah keberagaman.

Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menghadiri dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai sebagai wujud kebersamaan dalam merawat tradisi, memperkokoh persaudaraan, serta meneguhkan semangat pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, negara, dan sesama manusia.

Bagi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), NGACANG (Ngaji Cangkrukan Sinau Bareng) bukan sekadar agenda rutin bulanan, melainkan sebuah ruang sosial yang mempertemukan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, pendidikan, dan kemanusiaan dalam semangat kebersamaan. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, forum seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial, memperluas ruang dialog, serta menumbuhkan budaya gotong royong sebagai salah satu jati diri bangsa.

Tema "Sinau Ngegas Ngerem (Merawat Solidaritas, Menata Arah Perjalanan)" merefleksikan pentingnya keseimbangan antara keberanian untuk bergerak maju dan kebijaksanaan dalam menentukan arah. Sementara itu, Haul Mbah Zainal Abidin dan Mbok Suriyah menjadi momentum untuk merawat tradisi, menghormati jasa para pendahulu, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Sejalan dengan komitmen Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) yang mengusung slogan "Perspektif • Akurat • Terpercaya", pemberitaan ini tidak hanya menyajikan fakta, tetapi juga menghadirkan konteks mengenai pentingnya ruang-ruang kebersamaan yang mampu memperkuat persatuan, toleransi, solidaritas, dan kepedulian sosial. Dalam perspektif tersebut, NGACANG bukan hanya sebuah kegiatan, melainkan gerakan moral yang menginspirasi masyarakat untuk terus belajar, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan filosofi yang disampaikan Gus Sukoiri: "HIDUP ADALAH PENGABDIAN."

Reporter: Riawan (Sanex)

Kaperwil MSRI Jawa Timur

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama