MSRI, SURABAYA - Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Cak Goerih mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan Bendera Merah Putih sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan nasionalisme yang tidak hanya dikibarkan selama bulan Agustus, tetapi juga terus hidup dalam semangat dan tindakan nyata sepanjang masa.
Ajakan tersebut disampaikan Cak Goerih saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Sabtu (1/8/2026). Menurutnya, peringatan Hari Kemerdekaan harus menjadi momentum memperkuat kecintaan kepada bangsa, menghormati jasa para pahlawan, serta meneguhkan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Cak Goerih mengingatkan bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta bukanlah hadiah dari bangsa lain, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan, pejuang, ulama, pemuda, serta seluruh rakyat Indonesia yang rela mengorbankan jiwa, raga, harta, dan waktu demi terbebas dari belenggu penjajahan.
Perjuangan tersebut telah melewati berbagai fase, mulai dari perlawanan di berbagai daerah Nusantara, lahirnya semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang mempersatukan tekad sebagai satu bangsa, hingga akhirnya mencapai puncaknya melalui Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Semangat perjuangan itu kemudian terus dipertahankan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari berbagai ancaman yang datang setelah proklamasi.
Menurut Cak Goerih, pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan simbol kehormatan bangsa yang harus senantiasa dijaga dan dimaknai dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap cinta tanah air, persatuan, gotong royong, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila.
"Jangan hanya mengibarkan Bendera Merah Putih pada bulan Agustus. Jadikan Merah Putih sebagai simbol yang terus berkibar di hati, dalam setiap tindakan, dan dalam semangat pengabdian kepada bangsa serta negara sepanjang masa. Nasionalisme harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap warga negara Indonesia. Menghargai kemerdekaan berarti melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan karya, persatuan, dan pengabdian," tegas Cak Goerih kepada wartawan MSRI.
Ia menilai bahwa tantangan bangsa saat ini bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah, melainkan menghadapi berbagai tantangan global, menjaga persatuan di tengah keberagaman, melawan perpecahan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, inovasi, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui momentum Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, Cak Goerih berharap seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh rakyat Indonesia, bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai simbol persatuan dan menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk membangun Indonesia yang maju, berdaulat, adil, makmur, serta tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Reporter: M. Saiin
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments