MSRI, MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi seluruh jajaran dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), baik yang bersumber dari dinamika isu nasional maupun persoalan lokal di wilayah Kabupaten Mojokerto. Senin (10/8/2026).
Arahan tersebut menekankan perlunya deteksi dini, pemetaan potensi kerawanan, penguatan komunikasi publik, serta koordinasi lintas sektor agar setiap persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, terukur, dan humanis.
Dengan semangat Polri Presisi, Mojokerto Aman, Masyarakat Nyaman, seluruh personel diminta tidak hanya bertindak ketika persoalan telah terjadi, tetapi mampu membaca perkembangan situasi dan mengambil langkah preventif sejak dini.
KAWAL DINAMIKA ISU NASIONAL
Salah satu perhatian yang disampaikan adalah potensi kerawanan sosial pada momentum Agustus, termasuk kemungkinan munculnya gesekan horizontal akibat perbedaan pandangan politik maupun respons terhadap dinamika kebijakan pemerintah.
Situasi tersebut dinilai perlu diantisipasi melalui pemantauan perkembangan informasi, penguatan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta optimalisasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan seluruh instrumen sosial guna menjaga persatuan dan kondusivitas wilayah.
Selain itu, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian, khususnya menghadapi kondisi kemarau dan potensi angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
Upaya pencegahan dan penanggulangan diarahkan melalui penguatan sistem peringatan dini, pemantauan wilayah rawan, kesiapan personel dan sarana prasarana, pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan kemampuan dalam menghadapi potensi kebakaran.
ANTISIPASI POTENSI KERAWANAN DI WILAYAH MOJOKERTO
Pada tingkat lokal, rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai desa juga menjadi perhatian. Kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak peserta perlu dikawal agar berlangsung tertib, aman, dan tidak menimbulkan gesekan sosial.
Koordinasi antara pemerintah desa, panitia kegiatan, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta elemen pemuda dinilai penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan kondusif dan mencerminkan semangat persatuan.
Di sektor ketahanan pangan, agenda penanaman jagung Kuartal III Tahun 2026 juga menjadi bagian dari perhatian. Berbagai potensi kendala, mulai dari kondisi cuaca, serangan hama, ketersediaan air hingga risiko gagal panen, perlu diantisipasi melalui pendampingan dan koordinasi dengan petani, penyuluh, Bulog, serta pemangku kepentingan terkait.
PENANGANAN PERSOALAN KEMANUSIAAN
Kapolres juga memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan kemanusiaan yang masih terjadi di tengah masyarakat, termasuk penemuan bayi, peristiwa bunuh diri, kecelakaan lalu lintas, serta persoalan sosial lainnya.
Penanganan terhadap persoalan tersebut tidak hanya membutuhkan pendekatan penegakan hukum, tetapi juga langkah preventif, edukatif dan humanis dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga serta berbagai unsur terkait.
Polri diharapkan mampu hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
LINGKUNGAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH
Persoalan sampah dan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pengelolaan sampah yang tidak baik berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari gangguan kesehatan, pencemaran lingkungan hingga meningkatnya risiko banjir.
Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui budaya menjaga kebersihan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, serta sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat.
KETERANGAN KEPADA WARTAWAN MSRI
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kapolres Mojokerto menegaskan bahwa seluruh jajaran kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap dinamika situasi dan tidak ingin menunggu sampai persoalan berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Menurutnya, langkah preventif, komunikasi dan sinergitas menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Mojokerto.
“Kami mengedepankan deteksi dini, komunikasi dan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat. Setiap potensi gangguan kamtibmas harus dapat kita antisipasi sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujar Kapolres Mojokerto saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI.
Kapolres juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder sangat penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Menurut Kapolres, kehadiran Polri harus mampu memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang profesional, responsif dan humanis.
KOMITMEN MENJAGA MOJOKERTO TETAP KONDUSIF
Berbagai arahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Polres Mojokerto dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang.
Penguatan deteksi dini, patroli dan pengamanan, komunikasi publik, koordinasi lintas sektor serta pendekatan humanis menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
Polres Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, menjaga keamanan, merespons setiap persoalan secara proporsional serta membangun sinergi demi terciptanya Kabupaten Mojokerto yang aman, tertib, kondusif dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Reporter: Mbah Mul
Kabiro MSRI Mojokerto
MSRI | Perspektif • Akurat • Terpercaya
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments