MSRI, JOMBANG - Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari mendorong Polres Jombang untuk memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan tersebut digelar di Aula SMKN 1 Jombang, Jalan Dr. Sutomo No. 15, Jombang, Rabu (12/8/2026) siang.
Kegiatan yang dipimpin Ipda Akhmad Farid Efendi itu diikuti para pelajar SMA, SMK, MA, dan sederajat. Materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan konsep dasar AI, tetapi juga membahas manfaat, potensi risiko, etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam penggunaannya.
Ipda Akhmad Farid Efendi menegaskan, pemahaman terhadap AI penting diberikan sejak dini agar pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Pertama memperkuat literasi digital pelajar, kedua meningkatkan kewaspadaan, dan ketiga memberikan bekal kepada generasi muda agar mengetahui cara kerja AI dan menggunakannya dengan baik,” ujar Ipda Farid.
Menurutnya, AI memiliki banyak manfaat dan dapat menjadi sarana pendukung dalam pendidikan maupun aktivitas produktif lainnya. Namun, kemudahan teknologi tersebut harus diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi serta kesadaran terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul.
Para pelajar juga diingatkan agar tidak menggunakan AI secara sembarangan, khususnya dalam membuat, memperoleh, mengolah, maupun menyebarluaskan informasi. Kemampuan berpikir kritis tetap diperlukan agar teknologi tidak justru menjadi sumber persoalan baru di ruang digital.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Muhamad Yusuf, Humas SMKN 1 Jombang. Menurutnya, edukasi mengenai AI sangat relevan dengan kondisi pelajar saat ini yang semakin mudah mengakses berbagai platform berbasis kecerdasan buatan.
“Terima kasih banyak kepada teman-teman dari Polres Jombang yang sudah memberikan pemahaman tentang penggunaan AI. Ini sangat penting bagi siswa kita, khususnya anak-anak di era digital seperti sekarang. Mereka harus memahami sisi positif sekaligus sisi negatif dalam menggunakan AI,” katanya.
Yusuf menilai, kemudahan akses terhadap teknologi harus disertai pemahaman yang memadai. Tanpa literasi yang baik, teknologi yang semestinya memberikan manfaat justru berpotensi disalahgunakan.
“Sekarang semua sudah tersedia dan sangat mudah bagi anak-anak untuk mengaplikasikan penggunaan AI. Tetapi mereka perlu mengetahui mana yang bermanfaat dan mana yang tidak, serta memahami sisi positif dan negatifnya. Setelah adanya sosialisasi dari Polres Jombang ini, mereka menjadi lebih paham,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga pelajar memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat.
Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan tanggung jawab dalam ruang digital.
Polres Jombang mendorong agar AI dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan produktivitas, bukan sebagai jalan pintas yang menghilangkan proses berpikir dan tanggung jawab penggunanya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi benteng penting. Sebab, kecanggihan AI tanpa dibarengi etika dan kesadaran dapat menimbulkan risiko, sementara pemanfaatan yang tepat dapat membuka peluang besar bagi pendidikan dan masa depan generasi muda.
Reporter: Cak Loem
Kabiro MSRI Jombang Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
MSRI | Perspektif • Akurat • Terpercaya.
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments