MSRI, JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Penguatan Komitmen Kebangsaan bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) sebagai langkah strategis dalam memperkokoh ketahanan ideologi serta mencegah masuk dan berkembangnya paham radikal, intoleransi, dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan internal Polri.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta tersebut dibuka secara resmi oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, yang menegaskan bahwa penguatan wawasan kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga profesionalisme dan integritas setiap personel Polri di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono menyampaikan bahwa ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa saat ini tidak lagi selalu hadir dalam bentuk fisik, melainkan berkembang melalui arus informasi digital, media sosial, serta berbagai narasi yang dapat memengaruhi pola pikir dan cara pandang masyarakat maupun aparat negara.
"Ancaman terhadap persatuan bangsa kini berkembang semakin kompleks. Tidak selalu tampak secara fisik, tetapi hadir melalui berbagai narasi dan informasi yang kita konsumsi setiap hari. Karena itu, seluruh personel harus memiliki kemampuan menyaring informasi serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh personel, baik anggota Polri maupun Pegawai Negeri pada Polri, wajib menjadikan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai pedoman utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Wakapolda Metro Jaya menekankan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri sangat ditentukan oleh integritas, profesionalisme, serta komitmen setiap individu dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Oleh sebab itu, sikap toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penolakan terhadap segala bentuk paham yang bertentangan dengan konstitusi merupakan prinsip yang harus dipegang teguh oleh seluruh personel.
"Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Amanah tersebut hanya dapat diwujudkan apabila setiap personel menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menjaga persatuan, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat," tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI, Prof. Ahmad Zainul Hamdi, serta Tenaga Ahli Kepala BNPT Bidang SDM, Kombes Pol. (Purn.) Sutriyono. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan wawasan kebangsaan, deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham radikal, serta upaya membangun ketahanan ideologi di lingkungan institusi Polri.
Melalui kegiatan ini, Polda Metro Jaya berharap seluruh personel memiliki ketahanan ideologi yang semakin kokoh, mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan, serta tetap profesional dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi Polri terus meningkat.
Reporter: Aditya WP
Kabiro DKI Jakarta
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments