Mengenang 100 Hari Wafatnya Dedik Susanto: Doa Bersama Mengiringi Jejak Pengabdian Ketua DPW Passer WB Jatim

Mengenang 100 Hari Wafatnya Dedik Susanto: Doa Bersama Mengiringi Jejak Pengabdian Ketua DPW Passer WB Jatim

MSRI, GRESIK - Tepat 100 hari wafatnya Almarhum Dedik Susanto, Ketua DPW Passer WB Jawa Timur, keluarga besar Passer WB bersama kerabat, sahabat, dan rekan seperjuangan menggelar tahlil dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan, mengenang jasa, sekaligus mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti rangkaian acara yang menjadi momentum mempererat silaturahmi serta mengenang sosok pemimpin yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, jiwa kepemimpinan yang kuat, serta kepedulian yang tulus terhadap organisasi maupun anggotanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC Passer WB Kabupaten Gresik Sugito, S.H., didampingi jajaran pengurus serta anggota PAC Passer WB se-Kabupaten Gresik. Turut hadir pula Riawan yang akrab disapa Snek, selaku Komandan Provost Passer WB Jawa Timur, bersama sejumlah anggota dan sahabat almarhum.

Dalam keterangannya, Sugito mengenang Dedik Susanto sebagai figur pemimpin yang menjadi teladan bagi seluruh anggota.

"Mas Dedik adalah sosok panutan dalam berorganisasi. Beliau memiliki jiwa kepemimpinan yang tegas, penuh tanggung jawab, serta loyalitas yang tinggi terhadap organisasi. Nilai-nilai yang beliau tanamkan menjadi fondasi kuat yang hingga kini terus dijaga oleh keluarga besar Passer WB," ujar Sugito.

Hal senada disampaikan Riawan (Snek). Menurutnya, almarhum bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga sahabat yang selalu hadir di tengah anggotanya.

"Beliau dikenal sebagai pribadi yang rendah hati, peduli terhadap sesama, dan tidak pernah ragu membantu siapa pun yang membutuhkan. Sosok seperti beliau akan selalu hidup dalam kenangan kami," tuturnya.

Sementara itu, Budi Utomo, Kabiro Radar CNN Gresik, yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan, turut menyampaikan pesan belasungkawa dan penghormatan melalui keterangannya.

"Saya menjadi saksi ketika beliau memimpin Passer WB Jawa Timur. Beliau adalah pemimpin yang bijaksana, visioner, dan mampu merangkul seluruh anggota tanpa membeda-bedakan. Kepemimpinannya berhasil membawa organisasi semakin tertata, solid, dan terus berkembang hingga saat ini," ungkapnya.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono (Bram), turut menyampaikan rasa duka dan penghormatan atas dedikasi almarhum.

"Peringatan 100 hari wafatnya Almarhum Dedik Susanto bukan sekadar tradisi mengenang, tetapi menjadi refleksi atas nilai-nilai pengabdian, ketulusan, dan kepemimpinan yang telah beliau wariskan.

Sosok pemimpin sejati akan selalu dikenang bukan karena jabatannya, melainkan karena keteladanan, integritas, dan manfaat yang ditinggalkannya bagi banyak orang. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan," ujar Bram.

Peringatan 100 hari wafatnya Dedik Susanto menjadi bukti bahwa keteladanan, loyalitas, dan pengabdian yang telah beliau berikan masih melekat kuat di hati keluarga besar Passer WB Jawa Timur. Doa-doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan keikhlasan akan senantiasa dikenang oleh generasi penerus.

Reporter: Riawan (Sanex)

Kaperwil MSRI Jawa Timur

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama