Top News

Ngacang Pondok Mburi Wong Bodho: Merawat Spiritualitas, Menjalin Persaudaraan, dan Menebar Kebaikan Tanpa Sekat

Ngacang Pondok Mburi Wong Bodho: Merawat Spiritualitas, Menjalin Persaudaraan, dan Menebar Kebaikan Tanpa Sekat

MSRI, GRESIK – Di tengah arus kehidupan modern yang semakin dinamis, Pondok Mburi (Wong Bodho) terus menghadirkan ruang kebersamaan yang sarat nilai spiritual dan kemanusiaan melalui kegiatan rutin bertajuk "Ngacang" (Ngaji Cangkruk Santri Jalanan). Kegiatan ini menjadi wadah terbuka bagi masyarakat untuk belajar agama, berbagi pengalaman hidup, serta mempererat tali persaudaraan dalam suasana yang hangat, santai, dan penuh kekeluargaan.

Program yang diasuh langsung oleh Pendiri Pondok Mburi Wong Bodho, M. Sukoiri, tersebut diselenggarakan secara istiqamah setiap tanggal 5 pada setiap bulan, mulai pukul 20.00 WIB di kawasan Alun-alun Wong Bodho, Kabupaten Gresik.

Berbeda dengan pengajian pada umumnya, "Ngacang" mengusung konsep sederhana namun penuh makna, yakni mengaji sambil cangkrukan. Melalui pendekatan yang santai, humanis, dan membumi, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga diajak berdialog mengenai berbagai persoalan sosial, kehidupan bermasyarakat, hingga pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Konsep inilah yang menjadikan "Ngacang" semakin diminati berbagai kalangan, mulai dari generasi muda, pekerja informal, hingga masyarakat yang selama ini merasa jauh dari lingkungan pengajian formal. Di ruang sederhana tersebut, setiap orang diterima tanpa memandang status sosial, latar belakang ekonomi, maupun tingkat pendidikan.

Menurut M. Sukoiri, esensi utama kegiatan ini adalah menghadirkan ruang belajar agama yang inklusif serta menumbuhkan kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Ngaji tidak harus selalu berlangsung secara formal. Yang terpenting adalah adanya kemauan untuk belajar, saling berbagi ilmu, memperkuat ukhuwah, dan bersama-sama memperbaiki diri menuju kehidupan yang lebih baik," ungkapnya.

Dengan mengusung slogan "Nambah Dulur, Nambah Ilmu, Nambah Rejeki", kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan moral, spiritual, dan sosial bagi masyarakat. Lebih dari sekadar forum pengajian, "Ngacang" telah berkembang menjadi gerakan kebersamaan yang memperkuat nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Pondok Mburi Wong Bodho dalam menghadirkan ruang pembinaan spiritual yang terbuka dan merangkul seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Bram, kegiatan seperti "Ngacang" merupakan contoh nyata dakwah yang humanis, membumi, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Pendekatan yang sederhana namun sarat makna dinilai mampu menjembatani berbagai kalangan untuk lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial.

"Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan kehidupan modern, masyarakat membutuhkan ruang-ruang kebersamaan yang mampu memperkuat moral, spiritual, dan rasa persaudaraan. Ngacang yang digagas Pondok Mburi Wong Bodho menjadi contoh bagaimana dakwah dapat dikemas secara sederhana, merangkul semua kalangan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," ujar Bram.

Lebih lanjut, Bram berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang dan menginspirasi komunitas-komunitas lain untuk membangun budaya gotong royong, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat saling peduli di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Ketika ilmu, persaudaraan, dan kepedulian sosial berjalan beriringan, maka akan lahir masyarakat yang lebih kuat, harmonis, dan berakhlak. Inilah nilai luhur yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang," tegasnya.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin menambah ilmu, memperluas persaudaraan, serta memperkuat keimanan. Selama ini, Pondok Mburi Wong Bodho bersama PASSER (Pasukan Serbaguna) dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada sesama.

Seluruh aktivitas tersebut berlandaskan pada semangat luhur "Mados Ridho Ning Gusti" (Mencari Ridha Allah SWT), dengan harapan dapat menghadirkan keberkahan, mempererat persaudaraan, serta mewujudkan lingkungan yang harmonis, peduli, dan penuh kemanfaatan bagi masyarakat luas.

{Riawan}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama