![]() |
| Dok, foto MSRI: HBKB Rasuna Said Kembali Digelar 7 Juni, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin hingga Transportasi Umum. Jumat (5/6/2026). |
MSRI, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026, pukul 05.30–09.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari pelaksanaan perdana HBKB di lokasi yang sama pada 10 Mei 2026, bertepatan dengan pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta. Hasil evaluasi menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang publik baru di kawasan tersebut.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, jumlah pejalan kaki selama periode Januari–Mei 2026 meningkat 9,74 persen, dari 265.952 orang menjadi 291.852 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap ruang interaksi, olahraga, dan gaya hidup sehat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan penyelenggaraan HBKB di Rasuna Said merupakan langkah strategis untuk memperluas akses ruang publik sekaligus mendorong mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik terus meningkat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menghadirkan alternatif lokasi HBKB di kawasan Rasuna Said agar semakin banyak warga dapat menikmati ruang kota yang sehat, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki maupun pesepeda,” kata Budi, Jumat (5/6/2026).
Ia menambahkan, HBKB juga menjadi bagian dari upaya pengendalian polusi udara melalui perubahan pola mobilitas masyarakat.
“Kami mengajak warga Jakarta merasakan pengalaman baru beraktivitas di koridor HR Rasuna Said yang lebih sehat dan nyaman. Pada saat yang sama, kami memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar melalui rekayasa lalu lintas dan dukungan transportasi umum,” ujarnya.
Koridor HBKB di Jalan H.R. Rasuna Said memiliki panjang sekitar 4,4 kilometer, membentang dari Jalan Gembira hingga Jalan Raya Casablanca, serta dari Jalan Dr. Satrio hingga Jalan Setiabudi Utara Raya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Dishub DKI Jakarta telah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui 10 rute alternatif pengalihan arus di kawasan Kuningan. Selain itu, pengaturan khusus juga diberlakukan untuk akses menuju rumah ibadah, hotel, gedung pertemuan, kedutaan besar, hingga kawasan permukiman.
Di sisi lain, masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan transportasi umum yang beroperasi selama HBKB berlangsung. Terdapat tujuh rute Transjakarta yang melintasi kawasan tersebut, yakni L13 (Puri Beta–Flyover Kuningan Express), 13E (Puri Beta–Flyover Kuningan), 4D (Pulo Gadung–Kuningan), 6 (Ragunan–Galunggung), 6A (Ragunan–Balai Kota via Kuningan), 6H (Senen–Lebak Bulus), dan 6M (Stasiun Manggarai–Blok M).
Selain itu, layanan LRT Jabodebek relasi Dukuh Atas–Harjamukti dan Dukuh Atas–Jati Mulya juga dapat dimanfaatkan melalui Stasiun LRT Rasuna Said dan Stasiun LRT Setiabudi. Titik pemberhentian Transjakarta tersedia di Halte Setiabudi, Halte Kuningan Madya, Halte Karet Kuningan, dan Halte Rasuna Said.
Dishub juga menyiapkan empat lokasi kantong parkir off street dengan total kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor guna mendukung kenyamanan pengunjung.
Budi mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami berharap HBKB di Jalan HR Rasuna Said dapat menjadi pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus menghadirkan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat bagi warga Jakarta,” tutupnya.
Pemprov DKI Jakarta pun mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai ruang interaksi sosial baru yang mendorong budaya hidup sehat serta penggunaan transportasi berkelanjutan.
{Aditya}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments