MSRI, MALANG - Sebanyak 65 wisatawan asal Surabaya dilaporkan menjadi korban dugaan aksi penyerangan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) saat menginap di sebuah villa di kawasan Pantai Wediawu, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, pada Selasa dini hari (5/5/2026).
Peristiwa yang terjadi pada tengah malam tersebut memicu kepanikan di kalangan wisatawan, sekaligus mengakibatkan korban luka serta kerusakan pada sejumlah kendaraan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), rombongan wisatawan tersebut tiba di lokasi menggunakan enam unit kendaraan, terdiri dari mobil pribadi dan kendaraan jenis elf, dalam rangka kegiatan liburan.
Namun, suasana yang semula kondusif mendadak berubah mencekam ketika puluhan orang tak dikenal mendatangi lokasi dan diduga melakukan aksi kekerasan berupa pengeroyokan serta perusakan fasilitas.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah pelaku mengenakan pakaian gelap dan helm, kemudian secara agresif memasuki area villa tempat para wisatawan menginap.
Akibat insiden tersebut, sedikitnya enam orang wisatawan mengalami luka-luka yang diduga akibat benda tumpul maupun senjata tajam. Selain itu, tiga unit kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan ditemukan coretan bernada provokatif pada bodi kendaraan.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa jajaran Polsek Tirtoyudo bersama Satreskrim Polres Malang telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan yang masuk.
“Petugas segera menuju tempat kejadian perkara untuk melakukan penanganan awal, mengamankan situasi, serta mengumpulkan keterangan dari saksi dan sejumlah barang bukti,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya balok kayu, batu, serta botol minuman keras yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap identitas pelaku serta motif di balik kejadian secara menyeluruh.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram, menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta menghindari spekulasi yang belum terverifikasi.
“MSRI mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum,” tegas Bram.
{Yoga MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments