![]() |
| Dok, foto: Taruna Akpol Turun ke Jalan, Edukasi Mudik Aman dan Layanan 110 di Daan Mogot: Sentuhan Humanis di Tengah Arus Mobilitas Lebaran. Keterangan pers, Kamis (19/3/2026). |
MSRI, JAKARTA – Dalam upaya memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan selama arus mudik Lebaran, sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk Mudik Aman, sosialisasi layanan kepolisian 110, serta aksi berbagi takjil di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang melibatkan Taruna Akpol angkatan 58, 59, dan 60 ini menyasar para pengemudi ojek online serta pengguna Jalan Raya Arteri Daan Mogot yang dikenal sebagai salah satu jalur padat mobilitas. Dalam pelaksanaannya, para taruna memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta optimalisasi layanan call center 110 sebagai akses cepat bagi masyarakat dalam kondisi darurat.
Selain edukasi, para taruna juga membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan menjelang waktu berbuka puasa. Aksi tersebut mendapat sambutan hangat dan antusias dari masyarakat, mencerminkan kedekatan emosional antara aparat kepolisian dan warga.
Perwakilan Taruna Akpol, Muhamad Rashya Arrafi Resdianto, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian sekaligus pembelajaran langsung di tengah masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan saat mudik Lebaran, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sosialisasi layanan 110 menjadi aspek krusial dalam membangun respons cepat kepolisian.
“Kami ingin masyarakat semakin memahami bahwa layanan 110 adalah akses mudah dan cepat untuk mendapatkan bantuan kepolisian kapan pun dibutuhkan,” imbuhnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara Taruna Akpol dan para pengemudi ojek online, sebagai simbol kebersamaan serta pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, turut memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Namun, ia juga menyelipkan sebagai refleksi bersama.
“Langkah edukatif seperti ini patut diapresiasi, karena kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan publik. Meski demikian, yang lebih penting adalah konsistensi jangan sampai semangat turun ke jalan hanya terasa saat momen seremonial, sementara di hari-hari biasa masyarakat masih bertanya di mana keberpihakan pelayanan itu berada,” ujar Bram.
Menurutnya, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin, melainkan menjadi budaya pelayanan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara serta memanfaatkan layanan kepolisian secara optimal, sehingga tercipta situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Reporter : Roni Yuwantoko
Kaperwil Jatim
Editor : Redaksi MSRI
dibaca



Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments