PP Internasional AL ILLIYIN Akan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim, Meneguhkan Spirit Kepedulian Ramadhan

Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik


MSRI, GRESIK - Dalam semangat keberkahan bulan suci Ramadhan yang sarat nilai kepedulian dan kebersamaan, Pondok Pesantren Internasional Al Illiyin akan menggelar kegiatan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim, sebagai bagian dari ikhtiar menumbuhkan solidaritas sosial serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut insya Alloh dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 10 Maret 2026, mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pondok Pesantren Internasional Al Illiyin, Desa Sumberwaru, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Acara ini terbuka untuk umum, sehingga masyarakat luas dipersilakan hadir untuk bersama-sama merasakan suasana kebersamaan, doa, dan keberkahan Ramadhan.

Selain dihadiri para santri, tokoh masyarakat, dan tamu undangan, kegiatan ini juga akan disiarkan secara live streaming melalui PP. Al Illiyin Channel, sehingga masyarakat dari berbagai daerah dapat turut menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara tersebut.

Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Al Illiyin, Abuya Ahmad Yani Illiyin, menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum spiritual yang sangat tepat untuk menumbuhkan kepekaan sosial, memperkuat kepedulian terhadap sesama, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.

“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan keikhlasan, kepedulian, dan kasih sayang. Melalui kegiatan ini kita ingin menghidupkan nilai berbagi serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus mempererat kebersamaan umat,” ungkap Abuya Ahmad Yani Illiyin.

PP Internasional AL ILLIYIN Akan Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim, Meneguhkan Spirit Kepedulian Ramadhan

Spirit kepedulian terhadap anak yatim memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 220:

"Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak-anak yatim. Katakanlah: memperbaiki keadaan mereka adalah baik..." (QS. Al-Baqarah: 220).

Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan memuliakan anak yatim dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari:

"Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini," sambil beliau mengisyaratkan dua jari yang dirapatkan.

Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, menyampaikan apresiasi atas nantinya terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan santunan anak yatim yang dibarengi dengan buka puasa bersama merupakan cerminan nyata dari nilai kemanusiaan dan spirit gotong royong yang menjadi kekuatan bangsa.

“Ramadhan adalah momentum untuk menghidupkan empati sosial. Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar berbagi santunan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa kepedulian terhadap anak-anak yatim adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama,” ujar Bram.

Ia juga menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang berlandaskan nilai keilmuan, spiritualitas, serta kepedulian sosial.

“Pesantren sejak dahulu tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pusat gerakan sosial umat. Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” tambahnya.

Lebih dari sekadar agenda seremonial Ramadhan, Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim ini menjadi simbol nyata bahwa pesantren hadir sebagai pusat pembinaan spiritual sekaligus pusat gerakan sosial kemasyarakatan, yang berupaya menebarkan manfaat dan keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir semangat kebersamaan, kepedulian, serta komitmen kolektif untuk terus menebarkan kebaikan, sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga menjadi ruang berbagi kebahagiaan bagi sesama.

Reporter : Cak Loem

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama