![]() |
| Dok, foto: Dari Meja Buka Puasa ke Strategi Lapangan: Abah Solikin Pimpin Konsolidasi SBG 2 Jelang Lebaran. Rabu (4/3/2026). |
MSRI, GRESIK – Di tengah hangatnya sore Ramadhan 1447 Hijriah, suasana kebersamaan dan refleksi menyelimuti pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Segoromadu, Kebomas, Gresik, Rabu (4/3/2026). Momentum buka puasa bersama yang digelar Tim SBG 2 bukan sekadar pertemuan santai, melainkan forum konsolidasi yang sarat makna, memadukan nilai ukhuwah, profesionalitas, dan komitmen pengabdian kepada masyarakat.
Dalam suasana yang penuh keakraban tersebut, Abah Solikin, pengusaha transportasi berpengalaman sekaligus Ketua SBG 2, memimpin langsung jalannya pertemuan. Pengalaman panjangnya di dunia transportasi menjadikannya memiliki kepekaan strategis dalam membaca dinamika mobilitas masyarakat, khususnya menjelang momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan arus perjalanan.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut Abah Muksin, Sekretaris Jenderal Matra Surabaya, yang memberikan perspektif tambahan melalui pengalaman organisasi serta analisis sosial kemasyarakatan. Kehadiran berbagai tokoh dan anggota tim menjadikan pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi Ramadhan, tetapi juga wadah pertukaran gagasan dan penguatan koordinasi tim.
Mengusung tema “Tim SBG 2 Buka Bersama”, kegiatan ini mempertemukan dua nilai penting yang saling menguatkan: kehangatan kebersamaan di bulan suci serta keseriusan dalam merancang langkah-langkah pengawasan menjelang Lebaran.
“Buka bersama ini lebih dari sekadar silaturahmi. Ini adalah forum konsolidasi tim, tempat strategi pengawasan dibahas dan diuji sebelum diterapkan di lapangan,” ujar Abah Solikin.
“Efektivitas pengawasan lahir dari kesiapan, data lapangan, serta pemahaman terhadap arus mobilitas masyarakat. Pengalaman saya di dunia transportasi menjadi landasan nyata untuk itu,” tegasnya.
Dari sudut pandang manajemen dan kepemimpinan sosial, pertemuan ini mencerminkan model kepemimpinan yang berpijak pada realitas lapangan. Pengalaman profesional tidak hanya menjadi latar belakang pribadi, tetapi diterjemahkan menjadi strategi kolektif yang sistematis demi kepentingan publik.
Momentum Ramadhan pun memberi dimensi spiritual yang kuat. Bulan suci menjadi ruang untuk memperkuat niat pengabdian, mempererat persaudaraan, serta meneguhkan komitmen bekerja dengan amanah dan tanggung jawab.
Pertemuan di Segoromadu sore itu meninggalkan kesan mendalam: kepemimpinan bukan sekadar simbol, melainkan kemampuan menyatukan visi, pengalaman, dan strategi dalam satu gerak nyata.
Di bulan Ramadhan 1447 H ini, SBG 2 menunjukkan bahwa kebersamaan, pengalaman lapangan, dan kesungguhan dalam pengabdian dapat menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan pengawasan yang efektif, terukur, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Reporter : Eka F. A
Editor : Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments