PNN Tantang Politik Berhenti di Janji: Deklarasi Bukan Akhir, Rakyat Butuh Bukti

PNN Tantang Politik Berhenti di Janji: Deklarasi Bukan Akhir, Rakyat Butuh Bukti

MSRI, SURABAYA – Politik jangan hanya hadir lima tahun sekali. Rakyat membutuhkan bukti setiap hari. Pesan itulah yang menjadi garis tajam dalam diskusi pertama Partai Nasionalis Nusantara (PNN) di Hotel Singaraja Peneleh, Surabaya, 1 Oktober 2026.

PNN menilai politik akan kehilangan makna jika hanya berhenti pada perebutan suara saat pemilu. Karena itu, perjuangan politik harus disertai gerakan ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

Gagasan tersebut merujuk pada dua tokoh bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta. Bung Karno menjadi panutan dalam perjuangan politik dan kebangsaan, sementara Bung Hatta meletakkan fondasi penting ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

Dari dua pemikiran tersebut, PNN menarik satu garis perjuangan: politik dan ekonomi rakyat harus berjalan beriringan.

“Kita berpolitik lima tahun sekali, tetapi makan setiap hari.”

Ketua Umum DPN-PNN, Teten Indra Abdillah, menegaskan bahwa partai politik harus mampu membuktikan keberpihakannya kepada rakyat melalui kerja nyata. Politik tidak boleh hanya menjadi alat untuk memperoleh kekuasaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Sementara Waketum II DPN-PNN, Edi Sumarno, SH, MM, yang akrab disapa Mbah Ganthol, menggambarkan politik dan koperasi sebagai dua rel kereta api. Keduanya berjalan sejajar, tidak harus bertemu, tetapi memiliki tujuan yang sama.

Rel politik memperjuangkan kebijakan. Rel koperasi memperkuat ekonomi rakyat.

Di sinilah PNN ingin menunjukkan perbedaannya: keberpihakan kepada rakyat tidak cukup disampaikan lewat pidato dan slogan. Harus ada gerakan yang dapat dirasakan dan diukur manfaatnya.

Pesan lebih keras disampaikan Ketua DPW-PNN Jawa Timur, Cak Bram, yang mengingatkan seluruh jajaran partai agar tidak terjebak pada euforia deklarasi nasional.

“Pergerakan jangan berhenti di Deklarasi Nasional. Deklarasi adalah awal, bukan akhir. Setelah deklarasi harus ada kerja nyata, konsolidasi dan gerakan yang terus berjalan di tengah masyarakat,” tegas Cak Bram.

Pernyataan itu menjadi tantangan sekaligus penegasan arah PNN: jangan meminta rakyat percaya sebelum partai mampu membuktikan kerja.

Koperasi dipandang sebagai salah satu jalan untuk membuktikan bahwa politik dapat diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Dengan koperasi, masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi didorong menjadi pelaku ekonomi secara bersama-sama.

Karena itu, bagi PNN, ukuran keberhasilan partai bukan semata-mata jumlah suara yang diperoleh dalam pemilu. Ukurannya adalah seberapa jauh rakyat merasakan manfaat dari keberadaan partai tersebut.

Deklarasi adalah panggung. Politik adalah alat perjuangan. Koperasi adalah salah satu cara membuktikan keberpihakan. Dan rakyat adalah tujuan akhirnya.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama