Tujuh Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Doa, Tahlil, Yaasiin dan Shalawat Menggema di Rumah Duka

Tujuh Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Doa, Tahlil, Yaasiin dan Shalawat Menggema di Rumah Duka

MSRI, SURABAYA - “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” Demikian firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran ayat 185, yang menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia merupakan perjalanan sementara, sementara setiap insan pada akhirnya akan kembali menghadap Sang Pencipta.

Dalam suasana penuh keharuan dan kekhusyukan, keluarga besar almarhumah Djenap menggelar doa bersama untuk mengenang tujuh hari kepergian almarhumah. Kegiatan berlangsung di rumah duka, Jalan Tambak Wedi Baru Gg. XI No. 53, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Senin (7/9/2026).

Malam mengenang tujuh hari tersebut diisi dengan rangkaian pembacaan Surat Yaasiin, Tahlil, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama. Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, ba’da Isya, dan berlangsung hingga selesai.

Rangkaian Yaasiin, Tahlil, shalawat dan doa dipimpin oleh Ustadz Maya dan Ustadz Nur. Keluarga, warga sekitar, kerabat, sahabat serta para tamu yang hadir mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh kekhusyukan.

Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, kalimat Tahlil dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW menggema di rumah duka. Suasana haru berpadu dengan doa dan keikhlasan, mengiringi keluarga dalam menerima ketetapan Allah SWT atas kepergian almarhumah.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi keluarga untuk mengenang sosok almarhumah, tetapi juga menjadi kesempatan bagi warga, kerabat dan sahabat untuk bersama-sama mendoakan agar almarhumah memperoleh ampunan, rahmat dan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156)

Ayat tersebut menjadi penguat bagi keluarga yang tengah berduka bahwa setiap manusia merupakan milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

Keluarga: Doa Menjadi Penguat di Tengah Kehilangan

Bagi keluarga, tujuh hari kepergian almarhumah menjadi momentum untuk semakin menguatkan hati, mengikhlaskan kepergian serta terus memanjatkan doa.

Keluarga menyampaikan harapan agar almarhumah mendapatkan rahmat dan ampunan Allah SWT, dilapangkan alam kuburnya, diterangi tempat peristirahatannya, serta diterima seluruh amal kebaikannya.

“Harapan kami, semoga almarhumah mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadah dan kebaikannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Kami juga memohon doa dari semua yang hadir agar keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan,” ungkap pihak keluarga.

Keluarga juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga, kerabat dan sahabat yang telah hadir serta memberikan doa dan dukungan moril.

“Kehadiran warga, kerabat dan sahabat sangat berarti bagi keluarga. Di tengah rasa kehilangan, doa dan kebersamaan seperti ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus belajar ikhlas menerima ketetapan Allah SWT,” lanjutnya.


Warga Hadir dalam Kebersamaan dan Doa

Kehadiran masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam suasana doa bersama tersebut. Warga datang untuk menunjukkan kepedulian sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kehadirannya bersama masyarakat lainnya merupakan bentuk kepedulian terhadap keluarga almarhumah.

“Kami datang untuk ikut mendoakan almarhumah. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang kerabat mengungkapkan bahwa kepergian almarhumah meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam.

“Kita semua pasti akan kembali kepada Allah SWT. Yang dapat kita lakukan sekarang adalah mendoakan almarhumah dan mengenang segala kebaikan yang pernah beliau berikan selama hidup,” tuturnya.

Hal senada disampaikan salah seorang sahabat almarhumah. Menurutnya, kenangan tentang almarhumah akan tetap tersimpan di hati orang-orang yang pernah mengenalnya.

“Kami merasa kehilangan. Banyak kenangan baik bersama beliau yang akan selalu kami ingat. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya,” ungkapnya.

Tujuh Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Doa, Tahlil, Yaasiin dan Shalawat Menggema di Rumah Duka

Tujuh Hari Kepergian Almarhumah Djenap, Doa, Tahlil, Yaasiin dan Shalawat Menggema di Rumah Duka

Khotmil Qur’an Mengiringi Rangkaian Doa

Rangkaian mengenang tujuh hari almarhumah juga dilanjutkan pada pagi harinya dengan Khotmil Qur’an.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian doa keluarga dan orang-orang terdekat untuk almarhumah. Suasana kembali berlangsung khidmat dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Dalam ajaran Islam, kematian merupakan kepastian yang harus diterima dengan keimanan dan kesabaran. Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya untuk memperbanyak mengingat kematian agar manusia tidak terlena oleh kehidupan dunia.

Rasulullah SAW bersabda:

“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.” (HR. Tirmidzi)

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi setiap manusia untuk senantiasa memperbaiki amal, memperbanyak kebaikan dan mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat.

Bagi keluarga almarhumah Djenap, doa bersama ini menjadi wujud kasih sayang yang terus diberikan meski sosok yang dicintai telah tiada. Kehadiran warga, kerabat dan sahabat juga menjadi bukti bahwa silaturahmi dan kepedulian tetap hidup di tengah suasana duka.

Keluarga berharap doa yang dipanjatkan bersama menjadi penguat bagi seluruh keluarga sekaligus menjadi amal kebaikan bagi mereka yang turut hadir dan mendoakan.

“Kami hanya bisa berusaha mengikhlaskan dan terus mendoakan. Semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan almarhumah, menerima amal ibadahnya, memberikan rahmat-Nya dan menempatkan beliau di tempat yang terbaik,” harap keluarga.

Pada akhirnya, kepergian adalah sebuah kepastian, sementara doa dan kebaikan menjadi bagian dari ikhtiar orang-orang yang masih diberi kesempatan untuk berbuat.

Semoga almarhumah Djenap memperoleh maghfirah, rahmat dan ridha Allah SWT, dilapangkan alam kuburnya, diterangi tempat peristirahatannya, diterima seluruh amal ibadah serta kebaikannya, dan ditempatkan bersama orang-orang yang beriman dan saleh.

Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan dan kekuatan dalam menjalani hari-hari setelah kepergian almarhumah.

Allahummaghfir laha warhamha wa’afiha wa’fu ‘anha.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama