SRC 2026 Jadi Batu Uji, Eri Cahyadi Dorong Atlet Surabaya Tembus 250 Emas

SRC 2026 Jadi Batu Uji, Eri Cahyadi Dorong Atlet Surabaya Tembus 250 Emas

MSRI, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi melalui gelaran Surabaya Rising Champion (SRC) 2026. Kejuaraan multi-event tersebut menjadi salah satu tahapan strategis untuk mematangkan kesiapan atlet Kota Pahlawan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, ketika Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah.

SRC 2026 berlangsung mulai 3 September hingga 1 November 2026. Pembukaan secara resmi digelar di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam, dan dibuka langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Pembukaan turut dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya Arderio Hukom, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Surabaya Rini Indriyani, perwakilan DPRD Kota Surabaya, serta para pengurus dan perwakilan cabang olahraga (cabor) se-Kota Surabaya.

Bukan Sekadar Kompetisi

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Eri Cahyadi menegaskan bahwa SRC bukan sekadar kompetisi untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, sekaligus mengukur kesiapan menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Terlebih, Porprov Jatim 2027 akan berlangsung di Surabaya. Karena itu, Eri berharap seluruh elemen olahraga mampu memanfaatkan setiap kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan menuju target prestasi.

“Semoga ini memberikan semangat kepada adik-adik kita agar target kita yang terbaik bisa terealisasi dengan target 250 emas ke atas ketika menjadi tuan rumah. Saya berharap betul kepada Mas Ketua (KONI Surabaya), saya yakin Mas Ketua bisa membawa seluruh cabor di Surabaya ini menjadi yang terbaik,” kata Eri.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi KONI dan seluruh cabang olahraga di Surabaya untuk menyiapkan atlet secara lebih matang, terukur, dan berkelanjutan.

33 Cabor Ikut Ambil Bagian

Eri menjelaskan, SRC 2026 mengalami peningkatan dari sisi jumlah cabang olahraga yang berpartisipasi. Tahun ini tercatat 33 cabor ambil bagian, jauh lebih banyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang hanya melibatkan sekitar 10 cabor.

Sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain tenis lapangan, basket, cricket, bola voli indoor, floorball, bowling, hockey indoor, futsal, muay thai, baseball 5, e-sport, sepatu roda freestyle, dan sejumlah cabang olahraga lainnya.

“Tahun depan harus lebih banyak cabor, karena Surabaya memiliki banyak cabor sehingga semuanya bisa mengikuti persiapan Piala KONI dan Piala Wali Kota. Agar apa? Agar para atlet tidak ada kekosongan dalam mengisi prestasinya,” jelas Eri.

Menurutnya, keberlanjutan kompetisi menjadi bagian penting dalam menjaga ritme pembinaan atlet. Atlet membutuhkan ruang bertanding yang konsisten agar kemampuan teknis, mental, serta pengalaman kompetitif terus berkembang.

KONI Mulai Petakan Kekuatan Atlet

Ketua KONI Kota Surabaya Arderio Hukom menilai SRC menjadi momentum penting untuk membaca kekuatan sekaligus mengevaluasi perkembangan atlet yang diproyeksikan memperkuat kontingen Surabaya pada Porprov Jatim 2027.

Menurut Arderio, atlet yang tampil dalam SRC menjadi salah satu indikator dalam proses menuju pembentukan tim utama Porprov 2027.

“Ini (para atlet) yang mengikuti menjadi salah satu indikator untuk menuju tim utama Porprov 2027. Kita akan segera sempurnakan untuk Porprov 2027,” ujar Arderio.

Dengan demikian, hasil SRC tidak berhenti sebagai catatan pertandingan. Performa atlet menjadi bagian dari bahan evaluasi KONI dalam menentukan pembinaan dan proyeksi kekuatan Surabaya menghadapi Porprov mendatang.

Simulasi Menuju Porprov 2027

Ketua Panitia Besar (PB) SRC, Rahmat Haidar Pasha, mengatakan penyelenggaraan SRC memberikan kesempatan kepada generasi muda Surabaya untuk berkembang melalui pengalaman bertanding.

Ia menyebut SRC sekaligus menjadi gambaran awal mengenai atmosfer kompetisi yang akan dihadapi pada Porprov Jatim 2027.

“Kami sangat senang karena anak-anak muda Kota Surabaya diberi kesempatan untuk berkembang dan kita berikan peran yang besar bagaimana gambaran Porprov. Kami juga terus berkoordinasi dengan KONI dan event ini akan menjadi bahan evaluasi tahun depan,” kata Haidar.

Pelaksanaan SRC 2026 pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara. Di balik kompetisi tersebut terdapat proses panjang untuk menemukan, mengasah, dan mematangkan atlet yang diproyeksikan menjadi kekuatan Surabaya pada Porprov Jatim 2027.

Target 250 emas atau lebih kini menjadi pekerjaan bersama. Bukan hanya bagi atlet, tetapi juga KONI, pengurus cabor, pelatih, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kota Surabaya.

Sebab, ketika Surabaya menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2027, prestasi tidak cukup hanya dibangun dengan target. Ia membutuhkan pembinaan yang konsisten, kompetisi yang berkelanjutan, evaluasi yang objektif, dan kesiapan atlet yang benar-benar terukur.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya.

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama