Rawat Tradisi, Perkuat Ukhuwah: Jamiyah Al-Khoiriyah Surabaya-Sidoarjo Istiqamah Gelar Pengajian Dua Bulanan

Rawat Tradisi, Perkuat Ukhuwah: Jamiyah Al-Khoiriyah Surabaya-Sidoarjo Istiqamah Gelar Pengajian Dua Bulanan

MSRI, SIDOARJO - Menjaga tradisi keilmuan sekaligus merawat tali silaturahmi di tengah kesibukan kehidupan modern menjadi komitmen yang terus dipelihara keluarga besar alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan.

Komitmen tersebut kembali terlihat dalam pengajian rutin dua bulanan Jamiyah Al-Khoiriyah Alumni dan Simpatisan Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan Konsulat Surabaya-Sidoarjo, yang digelar di kediaman Muhammad Khotib, Jalan Pasar Wisata No. A 4, Perumahan Kenari, RT 63/RW 09, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (12/9/2026).

Bukan sekadar agenda berkala, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan alumni, simpatisan, para kyai, dan jamaah dalam satu ikatan silaturahmi. Di dalamnya, tradisi membaca sholawat, tahlil, Syarofal Anam, hingga kajian kitab tetap dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan keagamaan keluarga besar Al-Mubarok Lanbulan.

Sejumlah Majelis Kyai Al-Mubarok Lanbulan, Baturasang, Tambelangan, Sampang, Madura, turut hadir. Kehadiran para kyai sekaligus memberikan warna tersendiri terhadap kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut.

Ketua Jamiyah Al-Khoiriyah, Moh Amin Badruddin, hadir bersama Sekretaris Imamuddin, diikuti jajaran pengurus, alumni, simpatisan, serta jamaah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Nuansa religius kemudian semakin terasa ketika jamaah bersama-sama melantunkan Sholawat Nariyah dan Sholawat Jailani.

Rangkaian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan Syarofal Anam. Setelah itu, jamaah memasuki acara inti berupa kajian kitab Mukhtarul Ahadist An-Nabawiyah yang disampaikan KH. A. Ghozali, MF.

Kajian tersebut menjadi ruang pendalaman nilai-nilai keislaman dan keteladanan Nabi Muhammad SAW. Para jamaah mengikuti penyampaian materi dengan penuh perhatian hingga kegiatan berlanjut pada pembacaan Ismul A'dzom.

Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan ramah tamah antarjamaah.

Istiqamah Menjadi Kunci

Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, Ketua Jamiyah Al-Khoiriyah Moh Amin Badruddin menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengajian dua bulanan bukan semata-mata kegiatan rutin, melainkan bagian dari ikhtiar untuk mempertahankan silaturahmi dan tradisi keilmuan di tengah keluarga besar alumni dan simpatisan Al-Mubarok Lanbulan.

“Bagi kami, pengajian ini bukan hanya sekadar berkumpul. Ada silaturahmi yang harus terus dijaga, ada tradisi keilmuan yang harus dipelihara, dan ada nilai-nilai keagamaan yang harus terus kita sampaikan kepada generasi berikutnya,” ujar Moh Amin Badruddin kepada wartawan MSRI.

Ia menilai pertemuan secara berkala memiliki arti penting karena mampu mempertemukan para alumni dan simpatisan yang tersebar di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

Menurutnya, keberadaan jamiyah harus mampu menjadi ruang kebersamaan yang tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap majelis ilmu dan kegiatan keagamaan.

“Kita ingin kegiatan ini terus istiqamah. Selama ada kesempatan dan kemampuan, silaturahmi ini harus kita rawat. Karena dari silaturahmi lahir kebersamaan, dan dari kebersamaan kita bisa saling menguatkan dalam kebaikan,” katanya.

Menjaga Tradisi di Tengah Perubahan Zaman

Jamiyah Al-Khoiriyah juga memandang tradisi majelis ilmu sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai pesantren di tengah perubahan zaman.

Sholawat, tahlil, Syarofal Anam, pembacaan Ismul A'dzom, serta kajian kitab tidak ditempatkan sekadar sebagai rangkaian acara, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga warisan keagamaan dan memperkuat hubungan antara alumni dengan lingkungan pesantren.

Bagi para alumni dan simpatisan, momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk kembali membangun komunikasi, bertukar kabar, serta memperkuat rasa persaudaraan yang telah terjalin.

Kehadiran para kyai dari Al-Mubarok Lanbulan semakin memperkuat ikatan emosional dan spiritual antara para jamaah dengan pesantren.

Diharapkan Berkelanjutan

Dengan konsistensi penyelenggaraan pengajian dua bulanan, Jamiyah Al-Khoiriyah Konsulat Surabaya-Sidoarjo berharap tradisi tersebut dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Lebih dari sekadar rutinitas, pengajian diharapkan menjadi ruang yang mampu menghadirkan manfaat nyata: memperkuat ukhuwah, memperdalam pemahaman keagamaan, menjaga tradisi pesantren, sekaligus menghadirkan ketenteraman melalui kebersamaan dalam majelis.

Kegiatan ditutup dengan doa dan ramah tamah. Para jamaah kemudian meninggalkan lokasi dengan suasana penuh keakraban, membawa semangat yang sama untuk kembali menjaga silaturahmi dan melanjutkan tradisi majelis ilmu pada pertemuan berikutnya.

Reporter: Excel AW

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama