![]() |
| Dok, foto MSRI: Ning Prita Berpulang, Jejak Pengabdian Sang Pejuang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Tinggalkan Kenangan. |
MSRI, SURABAYA - Kabar duka menyelimuti keluarga besar Ibu Semangat Indonesia Kuat (ISIK) dan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI). Ning Prita Eksimaningrum Yusdiantoro, S.Psi., pegiat sosial Kota Surabaya, Founder sekaligus Direktur Utama ISIK, Ketua IPEMI, serta kader Partai Gelora Indonesia, telah berpulang ke rahmatullah pada Senin, 17 Agustus 2026.
Almarhumah dimakamkan di Pemakaman Umum Keputih, Sukolilo, Surabaya, pada pukul 17.15 WIB.
Kepergian Ning Prita meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, mitra kerja, komunitas sosial, hingga masyarakat yang selama ini merasakan langsung kepeduliannya.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI, sejumlah pihak mengenang Ning Prita sebagai sosok perempuan yang dikenal humanis, rendah hati, tangguh, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat. Kiprahnya tidak hanya berhenti pada kegiatan organisasi, tetapi diwujudkan melalui berbagai aktivitas sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Saat awak media MSRI berada di lokasi pemakaman Keputih, Sukolilo, tampak suami almarhumah, Yusdiantoro, yang diketahui menjabat sebagai SVP OPS Divisi Infrastruktur 1 PT PP (Persero) Tbk., bersama putra-putri serta keluarga besar Ning Prita. Raut duka dan kehilangan terlihat jelas saat prosesi pemakaman berlangsung.
Sementara itu, Cak Anang, pegiat sosial Kota Surabaya yang pernah bermitra dengan almarhumah, menyampaikan bahwa kepergian Ning Prita merupakan kehilangan besar bagi kalangan pegiat sosial.
“Kami awak media sekaligus pejuang sosial Kota Surabaya yang pernah bermitra dengan almarhumah benar-benar sangat kehilangan sosok wanita tangguh. Meskipun secara finansial beliau tergolong mampu, beliau tidak segan untuk turun langsung atau blusukan ke kampung-kampung dan rumah warga,” ujar Cak Anang kepada wartawan MSRI.
Menurutnya, salah satu bentuk kepedulian Ning Prita yang cukup dikenal masyarakat adalah program pemberdayaan perempuan melalui kegiatan membatik.
“Program membatik itu menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian beliau. Hasil karya masyarakat bahkan dibeli oleh beliau sendiri. Kehadirannya menjadi harapan bagi emak-emak, ibu-ibu muda, hingga generasi Z, khususnya perempuan,” lanjutnya.
Bagi Cak Anang, sosok Ning Prita bukan sekadar seorang pemimpin organisasi, tetapi figur yang mampu membangun kedekatan dengan masyarakat tanpa sekat status sosial.
Di tengah suasana duka, Yusdiantoro, suami almarhumah, juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pihak yang mengenal Ning Prita.
“Jika ada salah istri saya, saya mohon dibukakan pintu maaf,” tutur Yusdiantoro kepada warga dan awak media ketika berpamitan setelah mengikuti tahlilan di rumah duka, Jalan Penjaringan Asri, Surabaya.
Kepergian Ning Prita menjadi kehilangan bagi banyak pihak yang pernah bersentuhan dengan kiprah sosialnya. Jejak pengabdian, kepedulian terhadap perempuan, serta keberpihakannya kepada masyarakat kecil menjadi bagian dari kenangan yang akan terus hidup di tengah orang-orang yang pernah mengenalnya.
Selamat jalan, Ning Prita.
Kami menjadi saksi bahwa engkau pernah hadir sebagai teman, sahabat, sekaligus mitra kerja yang baik. Banyak kaum duafa dan masyarakat yang pernah merasakan ketulusan serta kepedulianmu.
Semoga Hj. Prita Eksimaningrum binti Jaswadi mendapat ampunan atas segala dosa dan khilafnya, diterima seluruh amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya, diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal kebaikan almarhumah dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
{Answ}
MSRI - Perspektif • Akurat • Terpercaya.
dibaca





Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments