MSRI, MATARAM - Pemuda Sasak Indonesia menyampaikan keprihatinan atas pemberitaan mengenai dugaan sikap intimidatif dan provokatif dalam proses mediasi yang melibatkan Senator Arya Wedakarma.
Pemuda Sasak Indonesia menegaskan bahwa setiap persoalan, termasuk yang melibatkan tokoh maupun pejabat publik, harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, mediasi yang bermartabat, serta mekanisme hukum yang berlaku. Tidak boleh ada tekanan, intimidasi, provokasi, maupun tindakan lain yang berpotensi memperkeruh suasana.
Dalam keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Pemuda Sasak Indonesia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan ditujukan untuk membela pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk komitmen terhadap keadilan, kebenaran, ketertiban, dan persaudaraan antarmasyarakat.
Sikap Pemuda Sasak Indonesia
1. Menjunjung tinggi proses hukum dan mediasi.
Seluruh pihak diminta menghormati proses yang sedang berjalan dengan mengedepankan dialog, musyawarah, sikap dewasa, serta penghormatan terhadap hak dan martabat masing-masing pihak.
2. Menolak segala bentuk intimidasi dan provokasi.
Pemuda Sasak Indonesia tidak membenarkan tindakan intimidatif maupun provokatif dari pihak mana pun. Setiap persoalan harus diselesaikan secara adil, terbuka, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum.
3. Mendorong klarifikasi secara bijaksana dan bermartabat.
Setiap ucapan maupun tindakan yang dinilai menimbulkan tekanan, keresahan, atau kerugian perlu diklarifikasi secara objektif agar persoalan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman maupun konflik yang lebih luas.
4. Menolak politisasi identitas dan konflik antarsuku, agama, maupun daerah.
Pemuda Sasak Indonesia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak menjadikan persoalan personal, hukum, maupun politik sebagai pintu masuk untuk membangun sentimen identitas. Hubungan historis dan persaudaraan masyarakat Sasak–Bali harus tetap dijaga.
5. Mengingatkan pentingnya etika dalam menjalankan jabatan publik.
Setiap jabatan publik merupakan amanah yang harus dijalankan dengan keteladanan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hukum serta nilai-nilai persaudaraan masyarakat.
Pemuda Sasak Indonesia menegaskan bahwa keberpihakan mereka adalah kepada keadilan dan kebenaran, bukan kepada permusuhan.
"Kami tidak membenarkan tindakan intimidatif maupun provokatif dari pihak mana pun. Namun, kami juga tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik identitas yang pada akhirnya merusak hubungan baik dan persaudaraan masyarakat Sasak dan Bali," tegas Pemuda Sasak Indonesia dalam keterangannya kepada wartawan MSRI.
Karena itu, seluruh pihak diharapkan mampu menahan diri, mengedepankan kepala dingin, serta memberikan ruang bagi proses hukum dan mediasi untuk berjalan secara objektif.
Pemuda Sasak Indonesia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menghormati hukum, dan menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah persatuan.
Selesaikan persoalan dengan kepala dingin. Tegakkan keadilan dengan cara yang bermartabat. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah.
PEMUDA SASAK INDONESIA
Dari Rahim Sasak Untuk Peradaban!
Reporter: Makbul
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments