Faisol Majid Tegaskan Persatuan Pemuda Rabasan, PRKB Hadir untuk Gerakan dan Kerja Nyata

Faisol Majid Tegaskan Persatuan Pemuda Rabasan, PRKB Hadir untuk Gerakan dan Kerja Nyata

MSRI, SAMPANG - Gelora persatuan dan kesadaran untuk membangun masa depan generasi muda menjadi landasan lahirnya Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB). Organisasi ini diprakarsai tokoh pemuda Faisol Majid sebagai langkah nyata untuk menyatukan potensi pemuda Rabasan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, dalam satu wadah kebersamaan dan perjuangan sosial.

PRKB tidak dibangun sekadar untuk menambah daftar organisasi kepemudaan. Lebih dari itu, keberadaannya diarahkan menjadi rumah bersama bagi pemuda untuk membangun komunikasi, memperkuat solidaritas, mengembangkan gagasan, serta menghadirkan kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Faisol Majid menegaskan, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial dan pembangunan. Energi, kreativitas, keberanian, serta kepedulian pemuda harus diarahkan menjadi kekuatan konstruktif yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“PRKB lahir dari semangat untuk menyatukan pemuda. Kita tidak ingin potensi pemuda berjalan sendiri-sendiri. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Kita ingin bersatu, bergerak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Faisol Majid saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Senin (31/8/2026).

Menurut Faisol, persatuan pemuda harus dibuktikan melalui tindakan. Karena itu, PRKB ke depan diharapkan tidak berhenti pada simbol organisasi maupun kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan program konkret di bidang sosial, kemasyarakatan, kepemudaan, pemberdayaan, dan pembangunan lingkungan.

“Kita ingin PRKB memiliki arah yang jelas. Pemuda harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kita harus mampu bekerja, berkarya, dan memberikan solusi. Organisasi ini bukan untuk kepentingan segelintir orang, tetapi untuk membangun kebersamaan dan kemanfaatan bersama,” ujarnya kepada wartawan MSRI.

Faisol juga menekankan pentingnya menjaga soliditas internal. Menurutnya, sebuah organisasi akan kuat apabila dibangun dengan komunikasi yang sehat, sikap saling menghormati, serta komitmen yang sama untuk menjaga persatuan.

PRKB diharapkan mampu menjadi wadah yang terbuka bagi pemuda dengan berbagai latar belakang. Setiap potensi dan kemampuan harus ditempatkan sebagai kekuatan bersama untuk melahirkan kegiatan yang produktif serta berdampak langsung terhadap kehidupan sosial masyarakat.

Ke depan, PRKB ditargetkan mampu melahirkan generasi muda yang berani mengambil tanggung jawab, memiliki integritas, kreatif dalam berkarya, serta peka terhadap persoalan masyarakat.

MSRI: PEMUDA HARUS BERGERAK, BUKAN SEKADAR BERWACANA

MSRI memandang lahirnya PRKB sebagai momentum penting dalam membangun konsolidasi pemuda dari tingkat akar rumput. Pemuda memiliki energi sosial yang besar. Namun, energi tersebut akan kehilangan makna apabila tidak disatukan dalam visi, komitmen, dan kerja nyata.

Karena itu, PRKB menghadapi tantangan yang jauh lebih besar setelah organisasi ini terbentuk: membuktikan bahwa persatuan pemuda bukan sekadar slogan.

Bagi MSRI, ukuran keberhasilan sebuah organisasi kepemudaan bukan terletak pada seberapa besar struktur yang dibangun, melainkan pada seberapa nyata kontribusinya kepada masyarakat.

PRKB harus mampu menjaga marwah organisasi, menjunjung nilai persatuan, menghindari kepentingan sempit, serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama.

Faisol Majid sebagai salah satu penggagas memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan semangat yang melahirkan PRKB tidak berhenti sebagai deklarasi, tetapi berkembang menjadi gerakan kepemudaan yang konsisten, produktif, dan berintegritas.

MSRI menilai, apabila dikelola secara profesional, transparan, dan inklusif, PRKB memiliki ruang strategis untuk menjadi kekuatan sosial baru yang mempererat pemuda Rabasan sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat Kedungdung dan Kabupaten Sampang.

Pesannya jelas: pemuda tidak boleh terpecah oleh perbedaan. Pemuda harus bersatu dalam gagasan, teguh dalam prinsip, dan bergerak dalam kerja nyata.

Sebab, masa depan masyarakat tidak cukup hanya diwariskan kepada generasi muda—tetapi harus mulai dibangun oleh pemuda itu sendiri, hari ini.

Reporter: Setiawan

MSRI - Perspektif Akurat Terpercaya

#MSRI #MediaSuaraRakyatIndonesia #FaisolMajid #PRKB #PemudaRabasan #Rabasan #Kedungdung #Sampang #PemudaMadura #PemudaBersatu #KonsolidasiPemuda #GerakanPemuda

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama