Bukan Sekadar Canggih, Polrestabes Surabaya Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemahaman AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

Bukan Sekadar Canggih, Polrestabes Surabaya Bekali Siswa SMA Negeri 1 Pemahaman AI yang Aman dan Bertanggung Jawab

MSRI, SURABAYA – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Menyikapi hal tersebut, Polrestabes Surabaya melalui Tim Trainer Pemahaman AI memberikan edukasi kepada siswa SMA Negeri 1 Surabaya mengenai pemanfaatan AI secara aman, etis, kritis, dan bertanggung jawab.

Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta batasan dalam penggunaannya.

Tim Trainer Pemahaman AI Polrestabes Surabaya yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Ipda Alfan Alfian, S.H., M.M., Briptu Achmad Aprilianto Wardhana, S.Pd., Briptu Agastya Dwi Wijaya, S.H., dan Briptu Ramadeni Heri Prayogi.

Dalam pemaparannya, para siswa mendapatkan gambaran mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara positif dalam kehidupan sehari-hari maupun menunjang proses pembelajaran. Teknologi tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk memperoleh referensi, memahami materi, mengembangkan kreativitas, hingga menghasilkan berbagai karya.

Namun, pemanfaatan AI juga harus dibarengi dengan kesadaran etika. Para pelajar diingatkan agar tidak menjadikan AI sebagai sarana melakukan kecurangan akademik, menjiplak karya, maupun menghasilkan informasi yang menyesatkan.

Literasi Digital Jadi Kunci

Selain membahas pemanfaatan AI, sosialisasi juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Kemudahan teknologi AI dalam menghasilkan teks, gambar, suara, hingga video membuat masyarakat, khususnya generasi muda, perlu semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Para siswa didorong untuk tidak mudah mempercayai informasi yang beredar sebelum memastikan kebenaran dan sumbernya.

Kemampuan melakukan verifikasi menjadi semakin penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks. Dengan demikian, kecakapan digital tidak hanya diukur dari kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami dampak serta bertanggung jawab atas setiap penggunaannya.

Program Pemahaman AI tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sosialisasi di SMA Negeri 1 Surabaya menjadi salah satu langkah awal dalam memperluas pemahaman mengenai penggunaan AI di lingkungan pendidikan, khususnya bagi kalangan pelajar di Kota Surabaya.

Melalui kegiatan ini, Polrestabes Surabaya berharap lahir generasi muda yang mampu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai etika dan tanggung jawab.

Sebab, kecanggihan teknologi bukan hanya tentang seberapa cepat AI digunakan, tetapi juga tentang seberapa bijak manusia mengendalikannya.

Reporter: Agung

MSRI | Perspektif, Akurat, Terpercaya

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama