Mitigasi Personel, Bidpropam Polda Jatim Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota Polres Jombang

Mitigasi Personel, Bidpropam Polda Jatim Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Anggota Polres Jombang

MSRI, JOMBANG - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Timur melalui Subbidprovos melaksanakan kegiatan mitigasi terhadap personel Polres Jombang sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi pelanggaran disiplin, kode etik profesi, maupun tindak pidana di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (22/7/2026) pagi.

Kegiatan dipimpin Kanit Hartib III Subbidprovos Bidpropam Polda Jatim, AKP M. Marwan Susanto, didampingi Kasipropam Polres Jombang Iptu M. Teguh beserta jajaran. Mitigasi dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap personel maupun sarana pendukung pelayanan kepolisian.

AKP Marwan menjelaskan bahwa pemeriksaan meliputi kelengkapan administrasi personel, seperti Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), sikap tampang, pemeriksaan telepon seluler guna mendeteksi indikasi praktik judi online, pengecekan senjata api dinas, hingga tes urine.

Selain pemeriksaan personel, tim juga melakukan inspeksi terhadap sejumlah fasilitas pelayanan di Mapolres Jombang, di antaranya ruang tahanan, gudang senjata, ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), serta kesiapan layanan Call Center 110.

Menurut AKP Marwan, kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari pembinaan dan pengawasan untuk membangun budaya disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta mencegah terjadinya pelanggaran sejak dini.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan seluruh anggota Polri, khususnya di jajaran Polres Jombang, tetap memegang teguh nilai-nilai disiplin, etika, dan profesionalisme. Mitigasi selalu lebih baik daripada penindakan," tegas AKP Marwan.

Ia menambahkan, Bidpropam Polda Jawa Timur berkomitmen terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar seluruh personel menjaga marwah institusi serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Dalam arahannya, AKP Marwan juga mengingatkan seluruh personel agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, perjudian online, serta gaya hidup hedonis yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai dasar Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Hindari narkoba dan sikap hedon. Jangan tampil berlebihan di tengah masyarakat. Jadilah teladan, karena setiap tindakan dan gaya hidup anggota Polri akan selalu menjadi perhatian publik," ujarnya.

Ia menegaskan, kesederhanaan merupakan cerminan integritas moral sekaligus bentuk tanggung jawab seorang anggota Polri dalam menjaga kehormatan institusi.

Melalui kegiatan mitigasi tersebut, Bidpropam Polda Jawa Timur berharap seluruh personel semakin meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan integritas sehingga mampu memberikan pelayanan yang optimal serta menjaga citra positif Polri di tengah masyarakat.

Catatan Redaksi MSRI

Langkah mitigasi yang dilakukan Bidpropam Polda Jawa Timur patut diapresiasi sebagai bentuk komitmen memperkuat pengawasan internal dan menjaga kehormatan institusi. Namun, publik tentu berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas agenda seremonial atau rutinitas administratif. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui konsistensi, keteladanan, dan keberanian menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya ekspektasi publik, setiap anggota Polri dituntut tidak hanya bersih dari pelanggaran, tetapi juga mampu menunjukkan integritas dalam setiap tindakan. Masyarakat akan lebih percaya kepada institusi yang berani mengevaluasi diri, terbuka terhadap kritik yang membangun, serta memberikan penghargaan kepada anggota yang berprestasi dan menindak tegas setiap penyimpangan sesuai ketentuan hukum dan kode etik.

Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) berpandangan bahwa kritik yang objektif merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kritik bukan untuk menjatuhkan institusi, melainkan menjadi pengingat bahwa kewibawaan Polri tidak lahir dari kewenangan semata, tetapi dari keteladanan, profesionalisme, transparansi, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan mitigasi ini akan diukur bukan dari banyaknya pemeriksaan yang dilakukan, melainkan dari semakin berkurangnya pelanggaran, meningkatnya kualitas pelayanan publik, serta tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Semoga langkah pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan benar-benar menjadi fondasi terwujudnya Polri yang semakin profesional, berintegritas, humanis, dan dipercaya masyarakat. Sesuai komitmen jurnalistiknya, MSRI akan terus mengawal setiap kebijakan dan kinerja aparat secara objektif, berimbang, serta berpihak pada kepentingan publik.

Reporter: Mulyadi Budi Santoso (Cak Loem) 

Kabiro MSRI Jombang

Editor: Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama