Waspada! Kebiasaan Makan Sambil Main HP atau Nonton TV Bisa Memicu Faltering Weight pada Anak

Waspada! Kebiasaan Makan Sambil Main HP atau Nonton TV Bisa Memicu Faltering Weight pada Anak

MSRI, SURABAYA – Kebiasaan memberi anak makan sambil menonton televisi atau bermain telepon genggam masih sering dianggap sebagai cara praktis agar anak lahap makan. Namun, di balik kebiasaan tersebut tersimpan risiko yang tidak boleh diabaikan.

Para ahli kesehatan anak menjelaskan bahwa makan sambil terdistraksi layar dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya faltering weight, yaitu kondisi ketika pertambahan berat badan anak tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan yang seharusnya. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang anak.

Berikut empat risiko yang perlu menjadi perhatian para orang tua beserta langkah pencegahannya.

1. Berat Badan Sulit Bertambah

Ketika perhatian anak terfokus pada layar, ia cenderung tidak menyadari rasa lapar maupun kenyang. Akibatnya, jumlah makanan yang dikonsumsi sering kali tidak mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi, meskipun terlihat makan dengan lahap.

Solusi: Biasakan anak makan tanpa gangguan televisi maupun telepon genggam. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan mengajak anak berbicara ringan agar lebih fokus menikmati makanan.

2. Anak Terbiasa Mengemut Makanan

Distraksi dari layar membuat anak sering menahan makanan terlalu lama di dalam mulut tanpa mengunyah secara optimal. Kebiasaan ini berpotensi memicu Gerakan Tutup Mulut (GTM) hingga menurunkan nafsu makan.

Solusi: Batasi waktu makan sekitar 30 menit dan biasakan anak duduk dengan tenang hingga waktu makan selesai tanpa gangguan perangkat elektronik.

3. Asupan Nutrisi Menjadi Tidak Optimal

Anak yang makan sambil menonton biasanya memiliki pola makan yang kurang teratur dan kualitas konsumsi gizinya menurun. Kondisi ini dapat menghambat pemenuhan kebutuhan nutrisi harian.

Solusi: Susun jadwal makan secara teratur, sajikan menu bergizi seimbang sesuai usia, dan dampingi anak selama makan agar proses makan berlangsung lebih optimal.

4. Risiko Faltering Weight Semakin Besar

Apabila kebiasaan tersebut terus berlanjut, tubuh anak berisiko mengalami kekurangan energi dan zat gizi penting yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.

Solusi: Lakukan evaluasi terhadap kebiasaan makan anak sejak dini. Pantau berat badan dan pertumbuhannya secara berkala, serta segera konsultasikan kepada tenaga kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan.

Peran Orang Tua Sangat Menentukan

Momen makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga menjadi kesempatan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mengurangi penggunaan gawai dan televisi saat makan dapat membantu anak lebih mengenali rasa lapar dan kenyang, meningkatkan kualitas asupan gizi, serta mendukung pertumbuhan yang optimal.

MSRI mengimbau para orang tua untuk tidak menganggap sepele kebiasaan makan sambil menatap layar. Langkah sederhana dengan menciptakan suasana makan yang fokus, nyaman, dan penuh interaksi dapat menjadi investasi penting bagi kesehatan dan masa depan tumbuh kembang anak.

{ Redaksi MSRI }

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama