Razia Gabungan di Sembilan Tempat Hiburan Malam Surabaya, Belasan Oknum TNI, Polri, dan Warga Terjaring Operasi Penegakan Disiplin

Razia Gabungan di Sembilan Tempat Hiburan Malam Surabaya, Belasan Oknum TNI, Polri, dan Warga Terjaring Operasi Penegakan Disiplin
Dok, foto MSRI: Razia Gabungan di Sembilan Tempat Hiburan Malam Surabaya, Belasan Oknum TNI, Polri, dan Warga Terjaring Operasi Penegakan Disiplin. Minggu malam (21/6/2026).

MSRI, SURABAYA – Aparat gabungan menggelar operasi penegakan disiplin dan ketertiban di sembilan tempat hiburan malam di Kota Surabaya pada Sabtu malam (20/6/2026) hingga Minggu dini hari (21/6/2026). Operasi tersebut difokuskan pada pengawasan terhadap anggota TNI dan Polri yang diduga melanggar aturan kedinasan dengan mengunjungi tempat hiburan malam, bukan menyasar masyarakat umum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), operasi dilaksanakan secara serentak di sejumlah lokasi hiburan malam, yakni BV Luxury Bar & KTV, Alexza Club & KTV, Suka-Suka, Shamrock Kitchen & Bar, Mantis Bar & Lounge, Galaxy Pool & Karaoke, Roots Cafe & Bar, Camden Bar, serta Shelter Surabaya.

Komandan Polisi Militer Kodam V/Brawijaya, Kolonel Laut (PM) Thomas Alexander, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan operasi rutin yang bertujuan memperkuat pengawasan internal serta menekan potensi pelanggaran disiplin prajurit melalui pemeriksaan identitas secara menyeluruh dan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Penyelidikan dan Pengamanan (Kadis Lidpam) Kodam V/Brawijaya, Letkol Laut (PM) Prasetyo, menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kehormatan dan profesionalisme institusi TNI.

"Terutama terhadap oknum personel yang berada di tempat hiburan malam pada saat jam dinas atau melakukan aktivitas yang berpotensi mencoreng citra TNI," tegasnya.

Dalam operasi tersebut, petugas memeriksa puluhan orang yang berada di lokasi. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 21 orang diamankan karena diduga melakukan pelanggaran, terdiri dari 5 oknum TNI Angkatan Darat, 3 oknum TNI Angkatan Laut, 6 oknum anggota Polri, 1 anak di bawah umur, serta 6 warga sipil yang tidak dapat menunjukkan identitas diri saat pemeriksaan berlangsung.

Operasi gabungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menegakkan disiplin internal, menjaga marwah institusi, serta memastikan setiap personel TNI dan Polri senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan kepatuhan terhadap aturan kedinasan, sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kota Surabaya.

Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) memandang bahwa penegakan disiplin secara konsisten merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara. Operasi semacam ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, melainkan juga menjadi instrumen evaluasi dan pembinaan agar setiap personel TNI dan Polri tetap menjaga integritas, etika profesi, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, MSRI menilai bahwa pelaksanaan operasi harus tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak setiap individu sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, penegakan disiplin tidak hanya memperkuat marwah institusi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dan pertahanan negara sebagai pilar utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan supremasi hukum di Indonesia.

{Redaksi MSRI}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama