MSRI, SURABAYA - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Dewan Penasihat Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Semiati, SE, yang akrab disapa Ismi, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana muhasabah (introspeksi diri), memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan kebangsaan.
Menurut Ismi, Tahun Baru Islam memiliki makna sejarah yang sangat mendalam. Kalender Hijriah ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, yang menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Islam.
Peristiwa hijrah tersebut bukan hanya perpindahan geografis, melainkan tonggak lahirnya peradaban Islam yang berlandaskan keimanan, persatuan, keadilan, dan kemanusiaan.
"Hijrah mengajarkan kepada kita tentang kesabaran, pengorbanan, kerja keras, dan keyakinan kepada Allah SWT. Semangat hijrah harus menjadi inspirasi untuk meninggalkan segala perilaku yang tidak baik menuju kehidupan yang lebih bermakna, lebih bermanfaat, dan lebih diridhai Allah SWT," ujar Ismi.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat tersebut mengandung pesan bahwa perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari diri sendiri, sebagaimana makna hijrah yang sesungguhnya.
Allah SWT juga berfirman:
"Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak."
(QS. An-Nisa: 100)
Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi landasan bahwa setiap upaya memperbaiki diri dan berhijrah harus dilandasi niat yang ikhlas karena Allah SWT.
Dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari)
Menurut Ismi, pesan Rasulullah SAW tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini. Hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi juga meninggalkan sifat-sifat buruk seperti fitnah, kebencian, permusuhan, korupsi, ketidakjujuran, dan segala bentuk perbuatan yang merugikan orang lain.
"Mari kita sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan hati yang bersih, penuh rasa syukur, dan tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, melimpahkan kesehatan, keselamatan, rezeki yang halal dan berkah, serta menjadikan bangsa Indonesia senantiasa dalam lindungan-Nya," tambah Ismi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, dan menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan sehari-hari.
"Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun yang baru ini menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih berakhlak, lebih bermanfaat bagi sesama, serta semakin dekat kepada Allah SWT. Semoga rahmat, taufik, hidayah, dan keberkahan-Nya senantiasa menyertai langkah kita semua.
Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari kelalaian menuju ketakwaan, dan dari perpecahan menuju persatuan dalam ridha Allah SWT.
{Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments