Jelang Suro 2026, Kapolres AKBP Ihram Kustarto: Tulungagung Tertib, Aman, Ayem, Tentrem. Tolak Konvoi Liar dan Hoaks

Jelang Suro 2026, Kapolres AKBP Ihram Kustarto: Tulungagung Tertib, Aman, Ayem, Tentrem. Tolak Konvoi Liar dan Hoaks

MSRI,TULUNGAGUNG – Memasuki Bulan Suro penanggalan Jawa, Kapolres Tulungagung  Polda Jatim, AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K.,M.Si., M.H. melalui Kasi Humas IPTU Nanang Murdianto mengeluarkan imbauan tegas. Polres Tulungagung mengajak seluruh warga menjaga kamtibmas agar peringatan tradisi Suro 2026 berlangsung aman, tertib, dan penuh nilai persaudaraan.

Bulan Suro identik dengan ritual, kirab, dan kegiatan masyarakat. Namun Polres Tulungagung mengingatkan, kebebasan berekspresi tradisi tidak boleh mengorbankan hak pengguna jalan lain dan ketertiban umum. Tiga potensi gangguan jadi sorotan utama: konvoi kendaraan berlebihan, aksi provokasi di lapangan, dan penyebaran informasi hoaks di media sosial.

Tiga Imbauan Keras Polres Tulungagung

Melalui IPTU Nanang, Senin 15 Juni 2026, Kapolres AKBP Dr. Ihram Kustarto menyampaikan 3 poin penting untuk warga Tulungagung:

1. Tertib Konvoi, Utamakan Keselamatan

"Kami mengajak warga yang menggelar tradisi Suro untuk tidak melakukan iring-iringan kendaraan berlebihan di jalan raya. Selain memicu kemacetan, konvoi liar membahayakan diri sendiri dan orang lain. Keselamatan harus nomor satu," tegas IPTU Nanang.

Polres meminta masyarakat patuh aturan lalu lintas. Hak pengguna jalan lain wajib dihormati agar Suro tidak meninggalkan korban dan kemacetan panjang.

2. Tolak Provokasi, Kuatkan Toleransi

Perbedaan tradisi antar kelompok dan perguruan silat tidak boleh jadi pemicu konflik. "Bulan Suro harus jadi momentum mempererat persaudaraan, bukan memecah persatuan. Hindari tindakan provokatif sekecil apapun," jelas Kasi Humas.

Kapolres AKBP Ihram Kustarto menekankan, kerukunan antar warga, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adalah benteng utama Tulungagung dari gesekan sosial.

3. Saring Sebelum Sharing, Lawan Hoaks

Polres Tulungagung mengimbau warga bijak bermedia sosial. Jangan mudah percaya dan menyebar informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. "Hoaks saat Suro bisa memicu keresahan massal. Terapkan prinsip saring sebelum sharing," pesan IPTU Nanang.

Sinergi Wujudkan Suro 2026 Aman & Barokah 

Peringatan Bulan Suro 2026 bukan sekadar ritual tahunan, tapi ujian kedewasaan warga Tulungagung dalam menjaga toleransi dan persatuan. Kapolres AKBP Dr. Ihram Kustarto, S.H., S.I.K., M.Si., M.H. menegaskan, keberhasilan pengamanan Suro bergantung pada sinergi 4 pilar: Polres Tulungagung, Pemkab Tulungagung, tokoh agama/masyarakat, dan perguruan pencak silat.

"Polri tidak akan anti tradisi. Silakan laksanakan kegiatan Suro sesuai kearifan lokal. Tapi kami minta semua pihak berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek setempat. Beri tahu rute, waktu, dan jumlah peserta. Dengan koordinasi, konvoi bisa kita kawal, lalu lintas tetap lancar, tradisi tetap jalan," jelas IPTU Nanang mewakili Kapolres.

Komitmen MSRI: Kawal & Edukasi

Media Suara Rakyat Indonesia MSRI akan mengawal langsung jalannya peringatan Suro 2026 di lapangan. Kami akan memantau titik rawan konvoi, koordinasi pengamanan Polri, dan respons cepat Call Center 110. Sekaligus MSRI akan terus mengedukasi warga lewat pemberitaan: bahwa tradisi kuat itu tradisi yang tertib.

Mari jadikan Suro 2026 sebagai momentum merajut kebersamaan. Tolak provokasi, lawan hoaks, tertib lalu lintas. Dengan begitu, Kabupaten Tulungagung tertib, aman, ayem, dan tentrem sesuai harapan seluruh warga. Itulah Tulungagung yang barokah dan menjadi contoh bagi daerah lain.

Reporter : Roni Yuwantoko

Editor : Redaksi MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama