Tak Mau Ada Kursi Kosong, Pramono Lantik 891 Pejabat Sekaligus di Balai Kota Jakarta

Tak Mau Ada Kursi Kosong, Pramono Lantik 891 Pejabat Sekaligus di Balai Kota Jakarta

MSRI, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melantik sebanyak 891 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (20/5/2026). Pelantikan dalam jumlah besar ini menjadi langkah tegas Pemprov DKI untuk memastikan tidak ada lagi jabatan yang kosong ataupun terlalu lama diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Ratusan pejabat yang dilantik terdiri dari eselon II, III, hingga IV, dengan komposisi terbesar berada pada level eselon III dan IV yang berperan langsung dalam operasional pemerintahan sehari-hari.

“Jumlahnya cukup banyak, bukan hanya eselon II, tapi lebih banyak eselon III dan eselon IV, totalnya 891,” kata Pramono saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) di Balai Kota Jakarta.

Pramono menegaskan, keberadaan jabatan kosong maupun posisi Plt dalam jangka waktu lama dapat menghambat efektivitas birokrasi. Karena itu, pengisian jabatan secara definitif menjadi prioritas utama dalam penataan organisasi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya tidak ingin ada jabatan yang idle atau kosong. Organisasi itu akan berjalan dengan baik kalau semua posisi terisi definitif, tidak ada lagi Plt,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa selama masa kepemimpinannya, setiap kekosongan jabatan langsung direspons cepat melalui pengisian pejabat definitif. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas birokrasi sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan.

Pelantikan kali ini kembali digelar pada hari Rabu, bertepatan dengan kebijakan wajib penggunaan transportasi umum bagi ASN Pemprov DKI Jakarta. Menurut Pramono, pemilihan hari tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih disiplin, efisien, dan ramah lingkungan.

Selain itu, para ASN yang dilantik juga diminta mengenakan atribut budaya Betawi, seperti ujung serong dan kebaya encim, sebagai simbol identitas lokal Jakarta yang terus dijaga di tengah modernisasi birokrasi.

“Supaya ASN terbiasa naik transportasi umum sekaligus tetap membawa identitas budaya Betawi,” kata Pramono kepada wartawan MSRI.

Dengan pelantikan massal ini, Pemprov DKI Jakarta berharap konsolidasi birokrasi semakin solid dan kinerja pemerintahan dapat berjalan lebih efektif tanpa hambatan struktural akibat kekosongan jabatan.

{Aditya}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama