MSRI, TULUNGAGUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional terus dipercepat pelaksanaannya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Tulungagung bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat koordinasi dan sinergi guna memastikan program tersebut berjalan optimal, tepat sasaran, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Koordinasi dan silaturahmi strategis tersebut digelar pada Jumat (15/5/2026) di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung. Pertemuan itu memfokuskan pembahasan pada percepatan layanan pemenuhan gizi masyarakat melalui pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.
Saat memberikan keterangan kepada wartawan MEDIA SUARA RAKYAT INDONESIA (MSRI), Plt. Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan Badan Gizi Nasional dalam mendukung percepatan implementasi Program MBG di daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Badan Gizi Nasional. Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen penuh mendukung Program MBG. Saat ini fokus utama kami adalah mempercepat proses perizinan SPPG agar distribusi makanan bergizi kepada masyarakat tidak terhambat oleh proses administrasi,” tegas Ahmad Baharudin kepada MSRI.
Ia menegaskan, Program MBG bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif di masa depan.
Menurutnya, keberadaan SPPG menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran distribusi makanan bergizi, terutama bagi pelajar, santri, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan nutrisi.
MBG Ditargetkan Menjangkau Seluruh Wilayah
Melalui penguatan koordinasi antara Pemkab Tulungagung dan BGN, pemerintah berharap Program MBG dapat menjangkau lebih banyak sekolah, pondok pesantren, serta masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung.
“Melalui koordinasi intensif ini, kami menargetkan pelaksanaan MBG berjalan optimal di seluruh wilayah Tulungagung. Kualitas gizi masyarakat harus meningkat dan pelayanan pemenuhan gizi harus semakin kuat,” ujarnya.
Kegiatan koordinasi tersebut dibuka langsung oleh Plt. Bupati Ahmad Baharudin dan turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan Badan Gizi Nasional. Meski berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, pembahasan tetap berlangsung serius dengan fokus pada target pelaksanaan, kendala di lapangan, hingga langkah-langkah percepatan yang akan ditempuh.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui BGN, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, sekaligus mendukung lahirnya generasi Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Reporter: Roni Yuwantoko
Kaperwil Jawa Timur
Editor: Redaksi MSRI
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments