May Day 2026: Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dorong Hunian Subsidi Buruh Dekat Kawasan Industri

May Day 2026: Gubernur Khofifah Indar Parawansa Dorong Hunian Subsidi Buruh Dekat Kawasan Industri

MSRI, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat komitmen peningkatan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian layak. Dalam momentum May Day 2026, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan upaya percepatan pembangunan rumah subsidi bagi buruh yang berlokasi dekat kawasan industri.

Kebijakan tersebut disampaikan di hadapan ribuan buruh saat peringatan May Day di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (1/5/2026). Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pekerja terhadap hunian yang terjangkau sekaligus strategis, seiring tingginya harga properti di wilayah industri.

Saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Khofifah mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut telah dirintis sejak tahun sebelumnya melalui koordinasi lintas pemangku kepentingan. Ia bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Adhy Karyono, serta perwakilan serikat pekerja telah melakukan audiensi dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

“Ini merupakan aspirasi buruh sejak tahun lalu. Kami sudah menindaklanjuti dengan berkoordinasi langsung bersama pemerintah pusat agar ada alokasi bantuan perumahan bagi pekerja di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Pemprov Jatim mendorong optimalisasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebagai instrumen untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk buruh, dalam memperoleh hunian layak. Program ini diharapkan tidak hanya berfokus pada renovasi rumah tidak layak huni, tetapi juga berkembang menjadi pembangunan rumah subsidi baru secara lebih masif.

Namun demikian, realisasi program tersebut masih menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan lahan strategis di sekitar kawasan industri seperti Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya. Tingginya harga tanah menjadi kendala dalam penyediaan hunian yang sesuai dengan kemampuan anggaran.

“Harapan para buruh adalah hunian yang dekat dengan tempat kerja. Sementara, ketersediaan lahan dengan harga terjangkau di kawasan tersebut semakin terbatas,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Jatim akan melakukan pembahasan intensif dengan Kementerian PKP. Dijadwalkan, Maruarar Sirait akan melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur pada Minggu (3/5/2026) guna membahas skema konkret penyediaan hunian bagi buruh.

Upaya ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja sekaligus mendukung produktivitas sektor industri di Jawa Timur. (Yunus86)

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama