MSRI, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan penanganan dan pemulihan pascakebakaran yang melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo. Berdasarkan kalkulasi sementara, nilai kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar, mencakup kerusakan fasilitas ruangan hingga peralatan medis vital.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kamis (21/5/2026), menjelaskan bahwa estimasi kerugian dihitung berdasarkan nilai ekonomis dari berbagai fasilitas dan alat kesehatan yang terdampak kebakaran.
“Beberapa mesin, peralatan medis, hingga sejumlah ruangan yang terdampak harus dilakukan penggantian. Perkiraan sementara mencapai sekitar Rp10 miliar bahkan lebih,” ungkapnya.
Adhy memaparkan, sedikitnya tiga unit alat katerisasi jantung atau cathlab mengalami kerusakan cukup serius akibat kebakaran. Selain itu, kobaran api juga merambat hingga lantai delapan gedung PPJT dengan area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 10 x 25 meter.
Menyikapi kerusakan fasilitas kesehatan yang tergolong vital tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna mempercepat proses pemulihan layanan kesehatan, termasuk pengadaan kembali alat-alat medis yang rusak.
“Kami sudah melaporkan secara resmi kepada Kementerian Kesehatan. Dari pihak Dirjen juga telah menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan membantu penggantian peralatan yang terbakar. Sementara itu, Pemprov Jatim juga fokus menyelesaikan seluruh kerusakan agar pelayanan PPJT dapat berjalan optimal kembali,” jelas Adhy kepada wartawan MSRI.
Ia memastikan, pelayanan kesehatan di PPJT RSUD dr Soetomo saat ini telah kembali berjalan normal dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta tidak khawatir terhadap kualitas pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur tersebut.
“Seluruh pelayanan sudah berjalan kembali. Peralatan cadangan telah digunakan untuk menunjang operasional. Adapun untuk area lantai lima yang terdampak, nantinya akan dilakukan renovasi dan penggantian fasilitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Adhy juga menegaskan bahwa prosedur penanganan darurat dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan pihak rumah sakit bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya telah berjalan sesuai ketentuan saat insiden terjadi.
Menurutnya, simulasi dan mitigasi kebencanaan sebenarnya telah rutin dilakukan sebelumnya. Namun ke depan, Pemprov Jatim akan memperkuat kembali pelatihan serta gladi penanganan situasi darurat bagi seluruh petugas rumah sakit.
“Simulasi sebenarnya sudah dilakukan dan sudah memenuhi standar. Ke depan akan kami tingkatkan lagi, termasuk gladi penanganan kebakaran maupun gempa agar seluruh petugas semakin siap menghadapi kondisi darurat,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, kebakaran terjadi di lantai lima Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat pagi (15/5/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu hubungan arus pendek listrik atau korsleting pada kabel lemari pendingin di ruang farmasi.
Sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi dalam insiden tersebut. Namun, satu pasien dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami penurunan fungsi organ vital saat proses evakuasi berlangsung.
{Eka F. A}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments