MSRI, KEDIRI – Semangat pelestarian budaya leluhur kembali digaungkan melalui gelaran Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci yang diselenggarakan oleh Rumah Budaya Kediri. Tradisi budaya yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas ini berlangsung meriah sekaligus khidmat, menjadi wujud nyata komitmen menjaga warisan adiluhung agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman serta terus dikenal oleh generasi penerus bangsa.
Kirab budaya yang digelar di wilayah Kediri tersebut menghadirkan ragam kesenian tradisional yang memperlihatkan kekayaan budaya lokal. Seluruh entitas seni budaya binaan Yayasan Rumah Budaya turut ambil bagian, mulai dari kelompok Jaranan anggota DKJ-WKB, Barongsai, Reyog, Bantengan, hingga Pecut Samandiman Indonesia. Berbagai komunitas budaya lainnya juga hadir memeriahkan acara, dengan total peserta mencapai kurang lebih 900 orang dari beragam latar belakang komunitas seni dan budaya.
Pendiri Rumah Budaya Kediri sekaligus penggagas kegiatan, Nyimas Rindu Rikat, menegaskan bahwa kirab tersebut bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur peninggalan leluhur yang harus terus dijaga bersama.
“Saya berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak melupakan budaya sendiri dan keberagaman lelaku warisan nenek moyang. Budaya adalah identitas, marwah, sekaligus jati diri bangsa yang wajib kita rawat dan banggakan bersama,” ujar Nyimas Rindu Rikat saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sosok Eyang Dewi Kilisuci memiliki posisi penting dalam sejarah dan kepercayaan masyarakat Kediri. Dewi Kilisuci dikenal sebagai simbol kebijaksanaan, kesetiaan, keteguhan hati, serta representasi kekuatan perempuan dalam sejarah kerajaan di tanah Kediri. Melalui Kirab Paripuja ini, masyarakat diajak untuk meneladani nilai-nilai luhur tersebut sekaligus mempererat persaudaraan dan persatuan di tengah keberagaman budaya yang tumbuh di masyarakat.
Antusiasme masyarakat tampak begitu tinggi sepanjang jalannya kirab. Ribuan warga memadati jalur kegiatan untuk menyaksikan ragam pertunjukan budaya yang tampil secara atraktif dan penuh makna. Kehadiran berbagai elemen kesenian dalam satu rangkaian acara menjadi bukti bahwa budaya Kediri tetap hidup, dinamis, dan mampu menjadi perekat kebersamaan lintas komunitas.
Rumah Budaya Kediri berharap Kirab Paripuja Eyang Dewi Kilisuci dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sejarah, seni, dan budaya daerah. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal tidak hanya terpelihara keasliannya, tetapi juga mampu berkembang selaras dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
{Eko Santoso}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments