![]() |
| Dok, foto: Kapolres Lumajang Hadiri Pelantikan GEKRAF 2026–2029: Menguatkan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Aman, Inovatif, dan Berdaya Saing. Minggu (3/5/2026). |
MSRI, LUMAJANG – Komitmen penguatan ekonomi berbasis kreativitas kembali ditegaskan dalam pelantikan pengurus Gerakan Ekonomi Kreatif (GEKRAF) Kabupaten Lumajang masa bakti 2026–2029, yang berlangsung di Pendopo Aryawiraraja, Minggu (3/5/2026).
Hadir dalam momentum strategis tersebut Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar bersama Bupati Lumajang Indah Amperawati, menandai kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan komunitas kreatif dalam membangun fondasi ekonomi masa depan yang adaptif dan berkelanjutan.
Pelantikan ini tidak sekadar seremoni kelembagaan, melainkan menjadi titik tolak konsolidasi gerakan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak pertumbuhan daerah. Di tengah dinamika ekonomi global, sektor ini dinilai memiliki daya lenting tinggi serta mampu membuka ruang inovasi, memperluas lapangan kerja, dan mengoptimalkan potensi lokal.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar dalam keterangannya menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan kompetitif.
“Polres Lumajang hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kemajuan sektor ekonomi kreatif. Kepastian kamtibmas yang kondusif akan memberikan ruang bagi para pelaku usaha untuk berinovasi, berekspansi, dan membangun kepercayaan pasar,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci akselerasi.
“Sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, dunia usaha, dan aparat keamanan harus terjalin secara solid. Kami berharap GEKRAF mampu menjadi katalisator lahirnya program-program inovatif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor strategis yang harus dikelola secara visioner dan terintegrasi.
“GEKRAF diharapkan menjadi lokomotif penggerak ekonomi berbasis kreativitas yang mampu mengangkat potensi lokal ke level yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat identitas daerah dalam kancah persaingan yang semakin terbuka,” ujarnya.
Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, GEKRAF Lumajang diharapkan mampu menghadirkan terobosan-terobosan progresif, mulai dari penguatan kapasitas SDM kreatif, digitalisasi ekosistem usaha, hingga perluasan jejaring pasar berbasis kolaborasi.
Dalam wawancara dengan wartawan MSRI, salah satu pengurus GEKRAF Lumajang menegaskan bahwa kepengurusan baru membawa mandat besar untuk menghadirkan perubahan nyata.
“Kami menempatkan GEKRAF sebagai ruang akselerasi, bukan sekadar wadah koordinasi. Fokus kami adalah membangun ekosistem yang terstruktur mulai dari inkubasi pelaku kreatif, penguatan branding produk lokal, hingga penetrasi pasar digital. Dukungan pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi fondasi penting agar seluruh program berjalan optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa GEKRAF akan mendorong lahirnya kolaborasi lintas subsektor sebagai strategi memperkuat daya saing.
“Ke depan, kami ingin memastikan bahwa setiap potensi kreatif di Lumajang memiliki panggung dan akses yang sama untuk berkembang. Inilah saatnya ekonomi kreatif menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya.
{Yoga MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments