MSRI, SURABAYA – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026, Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI) mengajak seluruh umat Islam menjadikan momentum suci ini sebagai sarana memperkuat persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pemimpin Redaksi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Slamet Pramono yang akrab disapa Bram, menegaskan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum spiritual untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas antarsesama.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan kepedulian sosial. Ini adalah momentum penting untuk mempererat persatuan umat Islam, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Insya Allah, perayaan Idul Adha yang dilaksanakan secara bersama-sama dapat menjadi simbol kuatnya ukhuwah dan persaudaraan umat,” ujar Bram.
Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat ayat 10)
Ayat ini menegaskan pentingnya ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan semangat saling menjaga kebersamaan di tengah kehidupan umat.
Bram mengajak masyarakat menjadikan ibadah kurban sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian bersama.
“Oleh karena itu, mari kita rayakan Idul Adha ini dengan penuh rasa syukur melalui ibadah kurban. Jadikan kurban sebagai amal saleh yang mampu meningkatkan kepekaan sosial dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” tuturnya.
Ajakan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT mengenai ibadah kurban:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar ayat 2)
Selain itu, Allah SWT juga menegaskan hakikat ibadah kurban bukan terletak pada daging atau darahnya, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan pelakunya:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj ayat 37)
Menurut Bram, pembagian daging kurban bukan hanya tradisi tahunan, melainkan simbol kebersamaan dan bukti nyata hadirnya nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Kita memahami bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Pembagian daging kurban secara bersama-sama menjadi bukti kepedulian serta bagian dari taqarrub ilallah, mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kepedulian kepada sesama,” ungkapnya.
Hal tersebut juga diperkuat sabda Nabi Muhammad SAW:
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Ad-Daruquthni)
Lebih lanjut, Bram menilai makna Idul Adha juga mengandung pesan moral agar manusia mampu menundukkan hawa nafsu, sifat tamak, dan kerakusan dalam kehidupan sehari-hari.
“Menyembelih hewan kurban sejatinya juga menjadi simbol menyembelih sifat egoisme, ketamakan, dan kerakusan dalam diri manusia. Dari sanalah lahir rasa empati, persaudaraan, dan semangat berbagi sebagai cerminan bangsa Indonesia yang besar dan berjiwa gotong royong,” katanya.
Nilai pengorbanan dan keikhlasan itu merefleksikan keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh ketaatan.
Dalam kesempatan tersebut, Bram turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, saling bahu-membahu, serta mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia agar tetap menjaga kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong demi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Selain itu, keluarga besar MSRI turut mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia yang tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci agar diberikan kesehatan, kelancaran, serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.
Doa tersebut selaras dengan firman Allah SWT:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.” (QS. Al-Baqarah ayat 196)
“Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi bangsa dan negara,” pungkas Bram.
{Redaksi MSRI}
dibaca

Posting Komentar
Hi Please, Do not Spam in Comments