Jakarta Kendalikan 16 Juta Mobilitas Harian, 27 Ribu CCTV Diintegrasikan

Jakarta Kendalikan 16 Juta Mobilitas Harian, 27 Ribu CCTV Diintegrasikan
Dok, foto: Jakarta Kendalikan 16 Juta Mobilitas Harian, 27 Ribu CCTV Diintegrasikan. Keterangan pers, Senin (18/5/2026).

MSRI, JAKARTA - Jakarta menghadapi lonjakan mobilitas hingga 16 juta orang per hari. Kondisi ini membuat pengaturan lalu lintas dan keamanan kota semakin kompleks.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, jumlah penduduk Jakarta yang sekitar 11 juta jiwa pada malam hari bertambah 4,5–5 juta orang di siang hari.

"Dengan jumlah seperti itu, pengaturan lalu lintas jadi tantangan besar,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov DKI menggandeng Polda Metro Jaya mengintegrasikan sistem CCTV lintas instansi. Sebanyak 7.314 CCTV milik OPD dan BUMD digabung dengan 3.362 CCTV milik Polda.

Selain itu, gedung-gedung perkantoran juga diwajibkan memasang CCTV, khususnya di lantai empat ke atas, dengan total 16.781 unit. Secara keseluruhan, sekitar 27.000 CCTV akan terhubung dalam satu sistem.

“Dashboard-nya ada di Polda, Kabaintelkam, dan DKI. Ini untuk meningkatkan rasa aman masyarakat,” kata Pramono.

Menurutnya, CCTV tidak hanya untuk pemantauan, tapi juga deteksi dini potensi gangguan. Dengan sistem terintegrasi, respons aparat di lapangan bisa lebih cepat.

“Kalau ada potensi kejadian, kita sudah punya gambaran lebih awal,” ucapnya.

Pemprov DKI menargetkan sistem ini mendukung Jakarta menjadi kota global yang aman, bahkan masuk jajaran kota teraman di Asia.

{Aditya}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama