Integrasi Transportasi Jakarta Dikebut, LRT Jakarta Bakal Tersambung ke Dukuh Atas

Integrasi Transportasi Jakarta Dikebut, LRT Jakarta Bakal Tersambung ke Dukuh Atas

MSRI, JAKARTA – Upaya mempercepat integrasi transportasi publik di Jakarta kembali menguat seiring rencana perpanjangan jalur LRT Jakarta menuju kawasan Dukuh Atas. Proyek ini dinilai menjadi salah satu kunci untuk menyatukan berbagai moda transportasi utama di Ibu Kota dalam satu sistem yang lebih terkoneksi.

Perpanjangan trase dari Manggarai menuju Dukuh Atas tersebut akan melengkapi jaringan LRT Jakarta yang selama ini telah terhubung dengan sejumlah simpul transportasi strategis. Kawasan Dukuh Atas sendiri dikenal sebagai titik temu berbagai moda transportasi modern, mulai dari MRT Jakarta, Transjakarta, hingga KRL Commuter Line.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Iwan Takwin, menyebut pengembangan ini bukan sekadar penambahan jalur, melainkan bagian dari strategi besar membangun sistem mobilitas perkotaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, desain besar atau master plan LRT Jakarta memang diarahkan untuk menyambungkan berbagai simpul transportasi utama di Jakarta, termasuk Manggarai dan Dukuh Atas yang memiliki peran vital sebagai pusat perpindahan penumpang.

“Konsep utama pengembangan ini adalah integrasi antarmoda melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Dengan begitu, perpindahan antar moda bisa dilakukan lebih cepat, mudah, dan nyaman,” ujar Iwan saat memberikan keterangan kepada wartawan Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), Kamis (21/5/2026).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keputusan memperpanjang jalur LRT Jakarta ke Dukuh Atas merupakan bagian dari penataan ulang jaringan transportasi agar lebih efektif dan terhubung langsung di pusat kota.

Ia menyebut langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah serta berbagai masukan dari pihak terkait dalam pengembangan transportasi massal di Jakarta.

Kawasan Dukuh Atas saat ini telah berkembang menjadi salah satu titik transit tersibuk di Jakarta. Namun, integrasi antarmoda di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya optimal, sehingga kehadiran LRT Jakarta diharapkan dapat memperkuat konektivitas yang telah ada.

Jakpro menilai penguatan integrasi transportasi ini akan berdampak langsung terhadap perubahan perilaku mobilitas masyarakat, khususnya dalam mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Selain aspek mobilitas, pengembangan jaringan LRT juga diproyeksikan memberikan efek ekonomi berantai. Setiap stasiun yang terhubung dengan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) diyakini mampu memunculkan pusat aktivitas ekonomi baru, mulai dari perdagangan, jasa, hingga pengembangan kawasan hunian.

“Stasiun LRT bukan hanya titik naik turun penumpang, tetapi juga pemicu tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitarnya,” kata Iwan saat memberikan keterangan kepada wartawan MSRI.

Dalam jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Jakpro juga menyiapkan pengembangan jaringan LRT Jakarta ke wilayah utara, termasuk kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pantai Indah Kapuk 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta. Rencana tersebut diarahkan untuk membentuk sistem loop transportasi yang sepenuhnya terintegrasi di wilayah Jabodetabek.

Dengan percepatan integrasi ini, Jakarta menargetkan sistem transportasi publik yang tidak hanya saling terhubung secara fisik, tetapi juga mampu menjadi tulang punggung mobilitas kota yang lebih efisien, modern, nyaman, dan berkelanjutan.

{Aditya}

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama