Di Balik Logo MSRI: Dirut dan Pemred Ungkap Makna Filosofis dan Jati Diri Media

Di Balik Logo MSRI: Dirut dan Pemred Ungkap Makna Filosofis dan Jati Diri Media
Dok, foto: Di Balik Logo MSRI: Dirut dan Pemred, Slamet Pramono (Bram) Ungkap Makna Filosofis dan Jati Diri Media.

MSRI, SURABAYA – Logo bukan sekadar simbol visual. Bagi Media Suara Rakyat Indonesia (MSRI), logo adalah representasi sikap, arah perjuangan, sekaligus komitmen terhadap kebenaran.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Direktur Utama sekaligus Pemimpin Redaksi MSRI, Slamet Pramono, yang akrab disapa Bram. Ia menegaskan bahwa setiap elemen dalam logo MSRI memiliki makna filosofis yang tidak bisa dipisahkan dari prinsip kerja jurnalistik yang dijalankan.

Perisai dalam logo adalah simbol bahwa MSRI berdiri sebagai pelindung kebenaran. Kami tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi menjaga agar kebenaran itu tidak terdistorsi,” tegas Bram.

Ia menjelaskan, ornamen daun laurel mencerminkan kehormatan dan kredibilitas yang harus dijaga dalam setiap produk jurnalistik. 

Sementara kamera yang menjadi elemen utama menegaskan bahwa kerja jurnalistik MSRI berbasis fakta, data, dan dokumentasi lapangan.

Tanpa bukti, bukan berita. Kamera adalah simbol bahwa kami bekerja dengan fakta, bukan asumsi,” ujarnya lugas.

Lebih jauh, peta Indonesia berwarna merah di dalam logo menjadi penegas bahwa MSRI hadir untuk seluruh rakyat Indonesia, dengan semangat keberanian dalam menyuarakan kebenaran, tanpa pandang wilayah maupun kepentingan.

Tak hanya itu, simbol pena juga memperkuat identitas MSRI sebagai media yang mengedepankan kekuatan tulisan dalam mengawal informasi. Kombinasi ini menjadi satu kesatuan antara visual dan narasi dalam kerja jurnalistik.

Tulisan “Online & Cetak” disebut Bram sebagai bukti bahwa MSRI tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga memperluas jangkauan informasi melalui dua platform utama, yakni digital dan media cetak.

Sementara itu, tulisan “MSRI” yang ditampilkan dominan menunjukkan identitas kuat sebagai media yang berdiri dengan karakter, bukan sekadar mengikuti arus informasi.

Bintang di bagian bawah adalah simbol arah. MSRI harus menjadi penunjuk jalan bagi publik dalam memahami mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan,” tambahnya.

Dari sisi warna, kombinasi hitam dan emas dinilai bukan tanpa alasan. Hitam mencerminkan ketegasan dan kekuatan, sedangkan emas melambangkan kualitas, kehormatan, dan profesionalisme tinggi.

Bram menegaskan, seluruh filosofi tersebut bermuara pada satu prinsip utama yang menjadi roh MSRI, yakni slogan “Perspektif, Akurat, dan Terpercaya.”

Perspektif: menyajikan sudut pandang yang luas dan tajam

Akurat: berbasis fakta dan data

Terpercaya: menjaga kredibilitas di mata publik

“Itu bukan sekadar slogan. Itu komitmen. Itu garis sikap kami dalam menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyuarakan kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Dengan filosofi tersebut, MSRI menempatkan diri bukan hanya sebagai media informasi, tetapi sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas, mengawal fakta, dan menjadi suara rakyat Indonesia.

Penulis : Pemred MSRI

Baca Juga

dibaca

Post a Comment

Hi Please, Do not Spam in Comments

Lebih baru Lebih lama